Penyandang Disabilitas di NTB Dapat Program Atensi

0
Pepen Nazaruddin (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah memiliki program asistensi rehabilitasi sosial atau Atensi yang salah satunya untuk para penyandang disabilitas. Ini merupakan layanan rehabilitasi sosial terintegrasi dengan program lainnya dengan menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas dan atau redensial.

Direktur Jenderal Linjamsos Kemensos Pepen Nazaruddin mengatakan, untuk para penyandang disabilitas, pihaknya melakukan klasifikasi terlebih dahulu sebelum mereka diberdayakan. Seorang penyandang disabilitas yang memiliki minat tertentu akan diberikan intervesi sesuai dengan kebutuhannya.

“Minatnya apa, seperti Ibu Supriyani sehari-hari keliling berusaha untuk jemput bola kepada konsumennya. Kita berikan kendaraan roda tiga yang sudah dimodifikasi untuk dipakai jualan keliling,” kata Pepen Nazaruddin kepada Suara NTB usai penyerahan bansos kepada para penerima manfaat di Dinas Sosial NTB, Jumat, 1 Juli 2022.

Dalam kesempatan tersebut, ia tak menjelaskan dengan rinci berapa unit kendaraan roda tiga yang digelontorkan kepada penyandang disabilitas di NTB tahun ini. Namun demikian, program Atensi akan terus dilaksanakan. Kendaraan yang diberikan adalah motor yang sudah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas.

“Yang mengerjakannya adalah kelompok disabilitas, peruntukannya juga untuk disabilitas,” terangnya.

Ia mengatakan, selain program Atensi, Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin menyerahkan bansos PKH kepada para penerima manfaat yang berjumlah 310 ribu penerima manfaat dengan jumlah total anggaran untuk NTB sebanyak Rp 217 miliar.

“Bansos PKH, sebagaimana kita kehaui PKH itu dibayar per triwulan, ini triwulan kedua yang dibayar. Wapres ke NTB untuk memastikan bantuan sembako telah diterima kepada penerima manfaat,” ujarnya.

Adapun jumlah penyandang disabilitas di Provinsi NTB sebanyak 28.652 orang dengan berbagai jenis disabilitas, mulai dari fisik, mental, sensorik, intelektual dan lainnya. Mereka tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB. Pemberdayaan terhadap penyandang disabilitas diintervensi melalui ABPD, APBN, maupun dana dekon.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Dr. H Ahsanul Khalik mengatakan, Pemprov NTB memiliki program NTB Ramah Disabilitas sebagai salah satu program unggulan. Menurutnya, ada sejumlah program yang sedang dilakukan dengan menyasar kelompok penyandang disabilitas ini, misalnya pemberian alat bantu.

“Pemberian alat bantu untuk penyandang disabilitas fisik seperti kruk, kursi roda, protesa dan orthesa. Sementara alat bantu bagi penyandang disabilitas sensori seperti reglet, tongkat putih, kaca mata untuk low vision, alat bantu dengar, dan lainnya,” ujarnya.

Ada pula alat bantu bagi penyandang disabilitas intelektual berupa alat bantu belajar seperti buku bicara, alat permainan edukatif, dan lainnya. Bantuan alat bantu ini berasal dari dari pusat melalui Balai-Balai Sosial Kemensos, APBD Provinsi dan APBD kabupaten/kota.

“Keberhasilannya dapat dilihat dari meningkatnya kemampuan penyandang disabilitas dalam pemenuhan hak dasar melalui pemberian alat bantu, penyandang disabilitas yang meningkat kemampuan mobilitasnya dan mengakses hak dasar,”ujarnya.

Selain itu, Dinas Sosial NTB memastikan bersama perangkat daerah lainnya, ketersediaan asksesibilitas bagi penyandang disabilitas di tempat-tempat umum. Sehingga para penyandang disabilitas bisa masuk atau mengaskses tempat tersebut dengan mudah.(ris)