Pemkab Lobar Dorong Kasus LCC Segera Dituntaskan

Giri Menang (Suara NTB) – Pihak Pemda Lombok mendorong agar kasus LCC segera dituntaskan, mengingat kondisi lahan yang menjadi penyertaan modal tempat dibangun mall itu sampai saat ini tidak bisa dimanfaatkan oleh pihak perusahaan daerah PT Tripat. Lahan itu tersandera, lantaran masih dalam proses hukum di aparat penegak hukum (APH).

Asisten II Setda Lobar Rusditah mengatakan penyertaan modal untuk PT Tripat senilai Rp22 miliar, namun itu sebagian besar hampir 99 persen merupakan lahan di LCC. Kalau dilihat dari sisi usahanya terbilang kecil, sehingga diharapkan adalah dari LCC itu. “Tapi karena LCC tutup, maka modal tanah itulah yang besar. Dan saat ini, itu (lahan LCC) masih dalam proses hukum. Kita harapkan itu segera selesai,” kata Rusditah, Jumat, 1 Juli 2022. Karena lahan itu tersandera karena proses hukum, sehingga lahan itu pun tidak bisa dimanfaatkan oleh Perusda.

BPKAD didorong agar mencari celah mengambil alih aset itu. Apakah nantinya polanya kerjasama atau mengembalikan lahan itu. Sementara itu, kepala BPKAD Lobar, H. Fauzan Husniadi mengatakan kondisi saat ini, lahan yang dulu disewakan Pemda itu terbangkalai dan menganggur. Lahan yang berstatus kelas I tidak dimanfaatkan sama sekali. Karena itulah, pihak Pemda berupaya mencari celah untuk mengambil alih aset yang telah dijadikan penyertaan modal bagi BUMD PT Tripat tersebut.

Pihaknya pun sudah melakukan Komunikasi dengan beberapa pihak, hasilnya kata dia ada celahnya. Lahan itu harus diselamatkan agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan Daerah dan masyarakat Lobar. Karena bagiamanapun kata dia, lahan itu masuk kelas I. Sewa lahan kelas I saja, Rp25 juta per hektar per bulannya. Dikalikan lahan seluas 8,6 hekhar.

Selama setahun, pendapatan yang seharusnya bisa diperoleh mencapai Rp200-250 juta. Kalau ditotal selama aset itu tak dimanfaatkan semenjak tahun 2017, maka potensi pendapatan yang hilang dari sisi pengelolaan aset daerah itu mencapai 1,2 miliar lebih. “Kalau dikalikan Rp200-250 juta setahun, kemudian sejak lahan tak dimanfaatkan (2017 red), maka miliaran hilang. Itu kalau dari sisi sewa aset,” tegas dia.

Lebih lanjut dikatakan, aset ini sendiri berkasus sehingga menyeret mantan Dirut PT Tripat. Saat ini, Pihaknya sendiri memegang tiga sertifikat. Sedangkan sisanya beberapa sertifikat lagi berada di bank karena diduga diagunkan. “Sertifkat yang ada di kami itu tiga sertifikat. Kalau ndak salah diisana itu ada enam sertifikat,” jelasnya. (her)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Peredaran Dua Kilogram Narkoba di NTB Digagalkan

0
Mataram (Suara NTB) - Polda NTB menggagalkan peredaran narkoba jenis ganja seberat 1,718, 32 gram dan sabu seberat 1,385, 47 gram dalam kurun waktu...

Latest Posts

Peredaran Dua Kilogram Narkoba di NTB Digagalkan

Mataram (Suara NTB) - Polda NTB menggagalkan peredaran narkoba...

Polisi Kantongi Hasil Audit Kerugian Negara Kasus Dana Kapitasi Puskesmas Babakan

Mataram (Suara NTB) - Polresta Mataram mengaku sudah menerima...

Kemendikbudristek dan Polda NTB Luncurkan Sekolah Satu Atap di Teluk Gok

Mataram (Suara NTB) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan...

Mahasiswa KKN Temukan Banyak Kasus Anak di Bawah Umur

Tanjung (Suara NTB) - Mahasiswa Universitas 45 Mataram yang...