MTQ XXIX Dibuka, Gubernur : Qur’an Lahirkan Keteladanan

0
Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah bersama bupati dan walikota se NTB dalam pembukaan MTQ XXIX di Lapangan Gotong Royong Masbagik, Kamis, 30 Juni 2022. (Suara NTB/ist)
ads top adsamman

Selong (Suara NTB) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIX tingkat provinsi yang digelar di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) secara resmi dibuka Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Kamis, 30 Juni 2022. Gubernur dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk menjadikan Qur’an berjalan dan bisa melahirkan keteladanan.

Menurut Gubernur, dengan memiliki keteladanan maka orang-orang akan melihat kebenaran wajah Islam. Gubernur menyatakan tidak ingin lahir juara MTQ tingkat provinsi, nasional dan dunia tapi keberhasilan juara, menyakiti batin kawan lain.

Menjadi juara MTQ, katanya tidak ada gunanya kalau dilandasi kecurangan. Menjadi juara tidak ada gunanya, kalau untuk juara hadirkan ketidakbenaran. Gubernur mengingatkan para Dewan Hakam yang telah dibaiat dengan mengucapkan saksi di hadapan Allah.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menuturkan kisah seorang penulis besar bernama Elizabeth Gilbert yang sudah pernah datang berlibur ke NTB. Penulis novel sangat terkenal itu menulis  novelnya berjudul ‘’Eat, Pray and Love’’ melihat adanya keteladanan masyarakat NTB dan itu diinginkan Gubernur bisa terus berulang ke tamu-tamu yang lain.

Dituturkan, Elizabeth berlibur ke salah satu gili di Pulau Lombok. Saat harta banyak, uang berlimpah, tapi dia tidak merasakan ketenangan dalam hidupnya. Elizabeth menikmati wisata gili dari matahari terbit hingga tenggelam.

Saat pagi, Elizabeth bertemu dengan seorang ibu tua yang selalu memberi salam sambil menundukkan kepala menunjukkan rasa hormat dan memegang dadanya. Pada hari berikutnya Elizabeth ini sakit dan merasa itu akan menjadi puncak akhir hidupnya. Saat puncak kesakitannya, ada yang mengetuk kamarnya. Sambil membuka pintu, Elizabeth melihat sang ibu yang biasa menyapanya setiap hari.

Sang ibu tua yang melihat Elizabeth tersenyum lalu pulang ke rumahnya mengambil makanan dan minuman untuk dihidangkan bagi Elizabeth. Ibu tua yang penuh senyum itu merawat Elizabeth sampai sembuh.

Pada suatu acara reality show, Elizabeth kemudian menceritaan kisahnya tersebut. Menurutnya, dirinya melihat wajah Islam yang sesungguhnya dari seorang ibu tua di Lombok. Elizabeth melihat wajah Islam bukan dari seorang penceramah di atas mimbar dan mengutip hadist-hadist nabi. Tapi ia melihat wajah Islam dari orang sederhana yang selalu menghadiran keteladanan dalam perbuatan. Melihat wajah Islam dengan senyuman dan keramahan serta kelapangan jiwa. Ada rasa cinta yang luar biasa.

Cerita itu disampaikan Gubernur, karena hari-hari  yang akan datang NTB tidak saja akan didatangi oleh seorang seperti Elizabeth Gilbert. Tapi akan ada ratusan ribu orang yang akan menyapa NTB. Ini kesempatan buat kita untuk menghadirkan Qur’an yang berjalan.

‘’Hadirkan keteladanan, hadirkan jiwa yang tenang. Hadirkan kelapangan jiwa. Karena banyak Elizabeth yang lain ketika ketemu dengan masyarakat NTB akan mengatakan ia melihat wajah Islam yang sebenarnya. Tahun depan, NTB tidak saja akan jadi tuan rumah Motogp, MXGP, WSBK dan lainnya. Tapi akan banyak event lainnya,’’ ujarnya.

Menghadirkan event internasional tidak mudah . Gubernur mengaku kerap tertegun melihat warga di NTT dan Bali yang mendesak perbaikan jalan dan jembatan, karena alasan menang memilih Presiden Jokowi. NTB berat lidahnya meminta hal yang sama, karena di NTB kalah pemilihan Presidennya, sehingga, perlu menggunakan cara yang tidak biasa.

Meski kalah di NTB, tapi punya cara untuk membangun jembatan, memperbaiki bandara, perbaiki pelabuhan dan lainnya. Disyukuri, hal ini berdampak pada perbaikan ekoom masyarakat. Menghadirkan MotoGP di NTB syaratnya tidak mudah. Tapi rumah sakit harus kelas dunia. Bandara harus panjang run waynya. Pelabuhan laut juga harus kelas dunia. Dengan segala keterbatasan, meski tidak menang Presiden di NTB, hal itu bisa terwujud seperti terlihat sekarang.

Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran dan kemeriahan pelaksanaan rangkaian kegiatan MTQ. Tidak hanya Pemprov NTB, Bupati juga memberikan apresiasi kepada kepala daerah se-NTB, utamanya Bupati Lombok Tengah atas dukungannya pada pawai taaruf.

Terdapat delapan majelis dengan 23 mata lomba yang diikuti 517 peserta, dengan rincian, Kota Mataram 54 orang, Lombok Barat 54 orang, Lombok Tengah 54 orang, Lombok Utara 50 orang, Sumbawa Barat 46 orang, Sumbawa 44 orang, Dompu 54 orang, Bima 54 orang, Kota Bima 54 orang, dan Lombok Timur 53 orang.

Cabang tilawah golonganongan anak – anak, remaja, dewasa, dan cacat netra berlangsung di arena utama, Lapangan Gotong-royong Masbagik. Sementara itu cabang tilawah golongan Qiroatussab’ah di (Majelis II) Masjid Agung Al-Mujahidin, Selong. Cabang tilawah golongan tartil dan cabang tahfiz Al-Qur’an golongan 1 Juz, 5 Juz dan tilawah di (Majelis III) di Masjid Besar At-Taqwa, Pancor.

Cabang Tahfiz Al-Qur’an golongan 10, 20 dan 30 Juz di (Majelis IV) Masjid Jami’ Al-Akbar, Masbagik. Cabang Tafsir Al-Qur’an golongan Bahasa Arab, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di (Majelis V) di Masjid Jami’ Anji Ma’ra, Desa Dasan Lekong. Cabang Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an dilaksanakan di (Majlis VI) Gedung Wanita, Selong. Cabang Khottil Qur’an golongan Naskah, Hiasan Mushaf dan Dekorasi serta Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) berlangsung di (Majlis VIII), Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lenek. (rus)