Basis Data Perencanaan Pendidikan, Sekolah Mesti Gunakan Rapor Pendidikan

Mataram (Suara NTB) – Sekolah didorong oleh Kemendikbudristek untuk menjadikan Rapor Pendidikan hasil asesmen nasional sebagai basis data dalam merencanakan pendidikan. Rapor pendidikan juga sebagai bahan evaluasi pendidikan di sekolah.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Mataram, Sunoto, ditemui belum lama ini mengatakan, pemerintah pusat mendorong sekolah-sekolah membuat perencanan berbasis data. Rapor pendidikan sebagai basis data untukmembuat perencanaan.

“Sekolah diminta membaca dan mengartikan dari nilai-nilai atau hasil yang tercantum di Rapor Pendidikan, kaitannya banyak, kalau nilai misalnya kurang, apa penyebabnya, itu penting, sehingga dalam perencanaan itu nanti berbasis data, tidak berbasis perasaan, ini yang sekarang harus dikembangkan,” jelas Sunoto yang juga Kepala SMAN 11 Mataram ini.

Menurutnya, pihaknya dan kepala sekolah lain pasti akan menindaklanjuti hasil dari Rapor Pendidikan. Hasil tersebut juga sangat penting bagi setiap sekolah dalam merencanakan program pendidikan ke depan.

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (BPMP NTB) sebagai UPT Kemendikbudristek melakukan sosialisasi terkait Perencanaan Berbasis Data (PBD). PBD merupakan perencanaan yang dilakukan oleh satuan pendidikan, program pendidikan, lembaga pendidikan, maupun pemerintah daerah yang didasarkan pada data Rapor Pendidikan dengan tujuan untuk mencapai peningkatan dan perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan.

Kepala BPMP NTB Drs. H. Muh Irfan, M.M., dalam arahannya menyampaikan, perencanaan berbasis data ini sebagai langkah perbaikan yang efektif dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan dinas maupun satuan pendidikan.

“Satuan pendidikan dan pemerintah daerah dapat melakukan refleksi diri dengan menganalisis data Rapor Pendidikan, mengidentifikasi akar masalah, dan menyusun rencana kegiatan dalam RKAS atau RKPD untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Rapor Pendidikan asesmen nasional tahun 2021 menunjukkan hasil yang tidak memuaskan bagi sekolah di NTB. Dari hasil luaran Capaian Hasil Belajar jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK Sederajat negeri dan swasta pada kemampuan literasi dan kemampuan numerasi menunjukkan hasil di bawah kompetensi minimum.

Dari Rapor Pendidikan yang diakses NTB Satu melalui laman  https://pusmendik.kemdikbud.go.id/profil_pendidikan/profil-wilayah.php  menunjukkan, dari indikator capaian hasil belajar, kemampuan literasi jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK Sederajat di NTB di bawah kompetensi minimum. Artinya, kurang dari 50 persen siswa telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca.

Hal serupa ditunjukkan pada kemampuan numerasi jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK sederajat di NTB yaitu di bawah kompetensi minimum. Artinya, kurang dari 50 persen siswa telah mencapai batas kompetensi minimum untuk numerasi. (ron)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...