475 Guru Honor Terima SK P3K

0
Walikota Mataram H. Mohan Roliskana didampingi Sekda, H. Effendi Eko Saswito dan Kepala BKPSDM, Baiq Nelly Kusumawati menyerahkan SK pengangkatan P3K kepada perwakilan guru di halaman Kantor Walikota Mataram pada Jumat, 1 Juli 2022. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah 475 guru honor di lingkup Pemkot Mataram menerima surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Mereka diminta meningkatkan kinerja dan taat terhadap aturan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menjelaskan, berdasarkan Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang aparatur sipil Negara (ASN). Bahwasanya ASN terdiri dari pegawai negeri sipil dan P3K. Secara spesifik juga dijelaskan P3K dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2018.

Pemerintah pusat memberikan kuota P3K di tahun 2021, sejumlah 738 formasi untuk tenaga pendidik.

Proses seleksi dibagi tiga tahapan. Tahap pertama lulus seleksi 281 orang dan penggajian terhitung mulai 1 Juni 2022. Sedangkan, tahap kedua yang lolos seleksi 194 orang. “Yang lulus P3K sebagian besar adalah K2 yang mengabdi sebagai tenaga pendidik di Kota Mataram,” kata Nelly pada Jumat, 1 Juli 2022.

Proses seleksi P3K berbeda dengan penerimaan calon pegawai negeri sipil menggunakan computer assited test (CAT) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sedangkan, P3K langsung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Nelly menyebutkan, 263 kuota yang belum terisi menunggu kebijakan dari pemerintah pusat dan diharapkan bisa segera ada kejelasan untuk memenuhi kuota tersebut.

SK yang diterima 475 orang terhitung sampai lima tahun kedepan, sehingga bisa dijadikan acuan untuk bekerja di organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengatakan, pengangkatan sebagai P3K membutuhkan proses panjang dan ikhtiar tersebut telah diwujudkan. Secara hak tidak memiliki perbedaan seperti ASN, meskipun telah menerima kontrak selama lima tahun. “Pemkot Mataram saat ini, pegawai non ASN hampir 3 ribu orang,” sebutnya.

Ia mengingatkan pegawai yang baru diangkat sebagai P3K harus mempertahankan kinerja, loyal terhadap pimpinan, dan mentaati aturan.

Perjuangan yang dijalani harus dihargai karena tidak mudah mencapai titik kesuksesan seperti saat ini. “Kadang nilai sesuatu tidak dirasakan saat telah mendapatkannya, tetapi akan terasa saat proses dirasakan,” ucapnya.

Walikota kembali berpesan agar pegawai menjaga harmonisasi dan sinergitas dengan OPD lainnya. (cem)