SMAN 1 Kayangan Optimis Kuota Terpenuhi Lewat Zonasi

0
Suasana pendaftaran PPDB di SMAN 1 Kayangan.  (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMAN 1 Kayangan optimis kuota siswa baru dapat terpenuhi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi yang pendaftarannya dibuka pada awal pekan depan. Hal ini karena jumlah pendaftar jalur afirmasi sebelumnya membeludak,

Kepala SMAN 1 Kayangan, H. Moch. Fatkoer Rohman pada Kamis, 30 Juni 2022 mengharapkan pendaftaran jalur zonasi pada minggu depan berjalan dengan lancar dan semua calon siswa bisa melakukan pendaftaran. Hal ini penting, karena saat PPDB Jalur Prestasi, jumlah pendaftar siswa baru sangat minim.

“Jalur prestasi hanya satu orang yang daftar. Sementara jalur afirmasi membeludak. Jalur perpindahan nihil yang daftar,” ujar Fatkoer.

Kuota siswa baru di SMAN 1 Kayangan adalah 7 rombongan belajar . Dengan jumlah siswa di masing-masing rombongan belajar sebanyak 32 orang, sehingga total daya tampung SMAN 1 Kayangan sebanyak 224 siswa. Kuota jalur afirmasi sebesar 20% atau 45 siswa, sementara yangg daftar 70 orang. Dari kuota 7 rombel atau sebanyak 224 siswa yang daftar sudah 270 orang secara keseluruhan. “Jadi melebihi kuota. Bila 270 ditampung semua maka menjadi 8 rombel,” ungkap Fatkoer.

Menurutnya, pada PPDB tahun lalu kuota siswa baru tidak terpenuhi. Dari daya tampung tujuh rombongan belajar, SMAN 1 Kayangan hanya mendapat enam rombongan belajar. Namun pihaknya optimis di tahun ajaran 2022/2023 ini SMAN 1 Kayangan bisa mendapatkan siswa baru sesuai daya tampung.

“Alhamdulillah sekarang jauh meningkat animo siswa yang daftar ke SMAN 1 Kayangan. Ini karena sosialisasi yang gencar baik secara online maupun offline. Sosialisasi online melalui media sosial, utamanya Facebook. Sosialisasi offline dengan turun ke SMP/MTs sekitar SMAN 1 Kayangan,” ujar Fatkoer.

Pendaftaran PPDB zonasi dijadwalkan pada Senin (4/7) sampai dengan Rabu (6/7). Seleksi oleh sistem pada Kamis (7/7) sampai Sabtu (9/7). Pengumuman pada 11 Juli 2022. Kuota jalur zonasi minimal 60% dari daya tampung sekolah. Sekolah yang belum terpenuhi kuota peserta didik baru dan calon peserta didik yang belum dapat ditampung di sekolah tempatnya mendaftar padavakhir masa pendaftaran, akan dilakukan pengaturan lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan Provinsi NTB.

Salah satu yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yaitu mengenai pengukuran jarak di PPDB zonasi. Jarak antara calon siswa dan sekolah akan menggunakan aplikasi peta digital.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., mengatakan, untuk PPDB SMA, jalur zonasi menggunakan jarak udara dengan aplikasi Google Earth atau Google Map.  “Di samping itu status keluarga dalam Kartu Keluarga ada urutan prioritasnya,” ujarnya.

Aidy menjelaskan, urutan prioritas di kartu keluarga yaitu anak kandung, cucu, dan keluarga lain. Kebijakan ini untuk menyeleksi siswa baru sesuai jalur zonasi. (ron)