KTP Digital Segera Diterapkan di Mataram

0
Kepala Dukcapil Kota Mataram H. Amran M. Amin menunjukkan KTP digital miliknya pada Rabu, 29 Juni 2022. Peralihan dari KTP elektronik ke KTP digital akan segera diterapkan di Kota Mataram. Keamanan data penduduk dijamin dengan server terpusat. (Suara NTB/cem)
ads top adsamman

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat Kota Mataram siap-siap beralih ke kartu tanda penduduk (KTP) digital. Peralihan ini akan dimulai tahun ini. Keamanan data penduduk dijamin oleh pemerintah.

KTP digital ini memiliki fungsi sama dengan KTP elektronik. Hanya saja, KTP digital dipindah ke gawai atau handphone, sehingga masyarakat tidak perlu repot membawa KTP yang sudah dicetak. Secara fungsi, kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, H. Amran M. Amin dikonfirmasi, Rabu, 29 Juni 2022 KTP biasa dengan KTP digital sama. Masyarakat bisa memanfaatkan untuk kepentingan pelayanan di bank, kesehatan, serta kepentingan lainnya. “KTP digital ini cuma memindahkan saja ke handphone,” kata Amran.

Kementerian Dalam Negeri telah melakukan uji coba di 62 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk di Kota Mataram. Di tahun 2022, pemerintah pusat memberlakukan secara nasional. Amran memastikan, Kota Mataram sudah siap untuk peralihan KTP elektronik menuju KTP digital. Sebagai bentuk kesiapan, ia sendiri sudah memiliki KTP digital yang disimpan di gawai. “Saya sudah ada KTP digital,” terangnya sambil menunjukkan aplikasi KTP digital miliknya.

Penerapan KTP digital dilakukan secara bertahap. Pihaknya akan memulai dari jajaran pejabat di Lingkup Pemkot Mataram. Kemudian, ditindaklanjuti ke masyarakat. Kepastian penerapannya sambung mantan Kepala Dinas Perdagangan ini, masih menunggu arahan dari kepala daerah. Ia mengharapkan KTP digital bisa segera diluncurkan. “Saya mau komunikasikan ke Pak Sekda dulu. Setelah itu, nanti meminta arahan Pak Wali kapan beliau siap,” tuturnya.

Keamanan data penduduk selalu menjadi khawatiran masyarakat terhadap peralihan tersebut. Ia menegaskan, Kemedagri khususnya Dirjen Administrasi Kependudukan menjamin keamanan data. Saat ini, server digunakan terpusat dan tidak lagi didistribusikan ke daerah. Tujuannya kata dia, mempermudah pengawasan dan perawatan agar tidak mudah dibobol oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. “Insya Allah, data penduduk terjaga,karena servernya sekarang sudah terpusat,” demikian kata dia. (cem)