Pengadaan Obat Senilai Rp9,6 Miliar Selesai Ditender

0
Hj. Eka Nurhayati.  (Suara NTB/dok)
ads top adsamman

Mataram (Suara NTB) – Tender pengadaan obat-obat milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, senilai Rp9,6 miliar telah selesai. Rekanan dan pejabat pembuat komitmen (PPK) akan menandatangani kontrak.

Dari 18 perusahaan yang mengikuti tender, hanya satu perusahaan yang mengajukan nilai penawaran. PT. Kimia Farma Trading dan distributor satu-satunya perusahaan yang melengkapi persyaratan dan mengajukan penawaran. Nilai penawaran Rp9.510.828.871 dari pagu anggaran Rp9.558.154.434. Anggaran pengadaan obat bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram, Danang Cahyo Nugroho membenarkan, tender pengadaan obat-obatan milik RSUD Kota Mataram sudah tahap penunjukan pemenang. Masa sanggah berakhir dan tinggal proses tanda tangan kontrak antara PPK dengan rekanan. “Sekarang tinggal teken kontrak saja,” jawab Danang dikonfirmasi, Selasa, 28 Juni 2022.

Tender sebelumnya diikuti oleh 18 perusahaan. Akan tetapi, hanya masuk satu penawaran, sehingga langsung diproses untuk penunjukan langsung. Danang menjelaskan, pengadaan obat-obatan maupun alat kesehatan sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 harus melalui e-katalog. Namun, PPK menginformasikan bahwa pengadaan dari e-katalog tidak tersedia, sehingga dilakukan tender.

Untuk rentang waktu pengadaan sendiri tidak jauh berbeda dengan pengadaan barang dan jasa lainnya. Pemilik proyek juga harus mencantumkan kebutuhan volume dan lain sebagainya. “Kalau pengadaannya nanti yang atur PPK, apakah sekaligus ataukah bertahap,” tandasnya.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram dr. Hj. Eka Nurhayati menyebutkan, pengadaan obat-obatan berasal dari DBHCHT dengan nilai Rp9,6 miliar. Proses pengadaan semestinya melalui e-katalog. Namun, ketersediaan obat melalui e-katalog tidak ada, sehingga dialihkan melalui proses tender. “Iya, karena tidak ada di e-katalog, maka ditender,” ucapnya.

Eka tidak menyebutkan, item apa saja obat-obatan tersebut. Dia berdalih,kebutuhan obat tersebut untuk satu tahun kedepan dengan berbagai macam kebutuhan dan lain sebagainya. (cem)