Mengarah ke Pungli, Dispar Loteng Dorong Pungutan di Objek Wisata Ditertibkan

0
H. Lendek Jayadi. (Suara NTB/dok)
ads top adsamman

Praya (Suara NTB) – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) H. Lendek Jayadi, mendorong instansi terkait untuk melakukan penertiban terhadap banyaknya pungutan di objek wisata di daerah ini. Pasalnya, banyak pungutan yang diambil dari pengunjung atau wisata yang mengarah ke pungutan liar (pungli). Artinya, pungutan tersebut tidak dilandasi regulasi yang kuat.

Pihaknya pun banyak mendapat laporan atau keluhan terkait pungutan-pungutan tersebut. Terutama dari para pelaku wisata. “Kita mendorong ada penertiban terhadap berbagai pungutan yang ada di objek wisata. Dalam hal ini tentu dinas teknis terkait yang punya kewenangan,” sebut Kepala Disparbud Loteng, H. Lendek Jayadi, kepada Suara NTB, Selasa, 28 Juni 2022.

Ia menjelaskan, tidak masalah pungutan dilakukan. Asalkan itu didasari aturan dan regulasi yang jelas. Arah penggunaan dan pengelolaannya juga harus jelas. Sehingga tidak terkesan jadi pungli dan bisa menimbulkan kesan kurang baik di mata wisatawan.

Dan, akan lebih baik jika pungutan yang ada diarahkan untuk mendukung peningkatan pelayanan di objek wisata tersebut. Misalnya, untuk perbaikan fasilitas umum seperti toilet dan sarana penunjang dasar lainnya. Dengan begitu, wisatawan tidak akan terlalu merasa terbebani. Karena pungutan yang dibayarnya diarahkan untuk fasilitas bagi wisatawan itu sendiri.

“Yang salah kalau kemudian pungutan tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Karena yang namanya objek wisata jelas itu area publik yang tentu tidak boleh ada kesan dikuasai oleh oknum tertentu saja,” tandas Lendek.

Memang selama ini pihaknya melihat pungutan yang masuk menjadi bagian pendapatan yang dikelola pemerintah desa setempat. Tapi tentu itu semua perlu diatur dan ditertibkan. Agar arah penggunaannya jelas dan tidak menyalahi aturan. Bila perlu nanti Disparbup Loteng akan coba fasilitasi penertiban pungutan yang ada.

Penertiban tersebut penting agar bisa memberikan kesan positif bagi wisatawan yang datang ke daerah ini. Kalau memang pungutan tersebut didasari pada aturan yang jelas, tentunya pelaku wisata dan wisatawan bisa mengerti. Yang jadi soal kemudian ketika pungutan tersebut dilakukan tanpa didasari regulasi yang jelas. Jika hal itu dibiarkan, khawatirnya bisa menciderai citra pariwisata Loteng. (kir)