Mahasiswa KKN Tematik di Wilayah Labuhan Haji Dibekali Pemahaman Stunting

0
Kepala Dikes Lotim, Pathurrahman memberikan materi tentang stunting kepada mahasiswa KKN tematik Unram, di Labuhan Haji, Selasa, 28 Juni 2022. (Suara NTB/ist)
ads top adsamman

Selong (Suara NTB) – Mahasiswa KKN tematik Universitas Mataram (Unram) di wilayah Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diberikan pemahaman tentang stunting, Selasa, 28 Juni 2022. Stunting tersebut merupakan tema KKN tematik mahasiswa. Materi stunting ini diberikan pendalaman materinya langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Dr. H. Pathurrahman.

Camat Labuhan Haji, Muhir, S.Pd., melihat mahasiwa masih banyak belum memahami masalah stunting. Hal ini membuatnya terpanggil agar kegiatan mahasiswa selama 1,5 bulan ke depan bisa lebih mengena. Masalah stunting di wilayah Labuhan Haji diharapkan bisa terbantu sosialisasi pencegahannya, perencanaan penanganannya dan lainnya.

Dihadirkannya Dr. Pathurrahman karena diketahui menjadi satu-satunya pakar stunting. Harapannya, penanganan stunting dengan bantuan mahasiswa ke depan bisa membawa perubahan yang lebih baik.

Sementara Kepala Dikes Lotim dalam pemaparannya kepada para mahasiswa menekankan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita. Stunting disebabkan  kekurangan gizi dan infeksi atau penyakit.

Masalah stunting dilihat sejak 1000 hari pertama kehidupan. Yakni sejak dalam kandungan sampai usia dua tahun. Stunting itu tegas ya bukan karena hormon dan genetika.

Mengapa stunting di lotim menjadi perhatian serius? Kata Pathurrahman ada tiga alasan. Pertama, data 2018 riskesdas, angka stunting di Lotim lebih tinggi dari angka nasional dan provinsi. “Lotim termasuk very high yaitu 40 persen,” sebutnya.

 Tapi, berdasarkan sumber data EPPGM, di Lotim terjadi tren penurunan stunting. 2013 sampai 2018 sangat rendah.   Stunting memiliki dampak terhadap kognitif anak. Ada riset menyebut sampai 15 poin. Ini tentu akan sangat berdampak terhadap bonus demografi. Stunting berisiko juga terhadap kesakitan dan kematian, termasik risiko obesitas. Menurut Pathurrahman, tidak salah Unram mengambil tema stunting. “Teman KKN ini bisa membantu percepat penurunan stunting,” ujarnya. (rus)