Event MXGP Samota Dongkrak Sektor Properti

0
H. Heri Susanto. (Suara NTB/dok)
ads top adsamman

Mataram (Suara NTB) – Event balap motor cross internasional, MXGP Samota sukses diselenggarakan pada 24-26 Juni 2022. Keberadaan sirkuit MXGP pertama di Indonesia ini bahkan disebut ikut menjadi magnet investasi di sektor properti. Setidaknya di Kabupaten Sumbawa.

Hal ini seperti disampaikan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB, H. Heri Susanto. Provinsi ini menurutnya sudah memiliki dua kekuatan besar di bidang olagraga otomotif. Pertama, adanya Sirkuit MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah. Kedua, Sirkuit MXGP di Samota, Kabupaten Sumbawa.

Dua event internasional MotoGP dan MXGP sudah sukses diselenggarakan. Kesukseskan NTB sebagai tuan rumah ini juga menjadi semangat tersendiri bagi para pengusaha di sektor properti. Heri menyebut, keberadaan sirkuit – sirkuit balap motor internasional ini membuat investasi sektor properti menjadi melejit.

Sebut saja di kawasan Sirkuit MXGP Samota. Sebelum adanya riak-riak MXGP, hanya dua kawasan perumahan yang dibangun pengembang. Setelah euforia MXGP, sudah ada lima kawasan perumahaan di wilayah sekitar. “Artinya, efek MXGP ini sebenarnya tidak saja pada suksesnya penyelenggaraannya. Tetapi kepada investasi di sektor properti juga ikut terdongkrak naik,” katanya di Mataram, Selasa, 28 Juni 2022.

Heri mengatakan, Kawasan Samota awalnya dilihat sebagai kawasan yang tak potensial bagi investasi. Sekarang, harga-harga menjadi naik dengan adanya Sirkuit MXGP. “Kenaikannya memang tidak serta merta. Tapi kawasan Samota menjadi hidup untuk investasi. Harga tanah saja dulunya sekitar Rp5 juta per are, saat ini harganya bisa naik hingga menjadi Rp50 juta per are. Bisa dihitung itu berapa kenaikannya,” ujarnya.

MXGP Samota berlangsung sangat meriah. Puluhan ribu manusia, menonton balap motor cross kelas dunia yang diselenggarakan INFRONT ini. Tim balap dari berbagai negara ikut dalam kompetisi ini. Artinya, kata Heri, secara otomatis event ini mengangkat nama Samota. Di Nasional, maupun internasional. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, dari persiapan hingga penyelenggaraannya, ada puluhan media asing meliput. Dan ratusan media lokal NTB dan nasional intens memberitakannya.

“Coba liat, buka youtube tentang MXGP Samota. Semua pemberitaan sangat positif. Dan bisa dibandingkan lebihnya Sirkuit MXGP Samota dibanding sirkuit-sirkuit MXGP lainnya di dunia. Dan ini menjadi kekaguman tersendiri bagi tim balap MXGP,” imbuhnya. Artinya, efek MXGP akan membuat kawasan Samota akan menjadi destinasi wisata internasional, destinasi investasi.

Apalagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga S Uno memuji Sirkuit Samota sebagai salah satu alternatif wisata motor sport. Bahkan tahun depan diminta dua kali event MXGP diselenggarakan. “Kalau sudah seperti ini, tinggal pemerintah juga mendukung penunjangnya. Misalnya infrastruktur untuk air bersih. Salah satu persoalan di Samota adalah akses air bersih.  Sehingga investasi di kawasan ini bisa hidup,” ujarnya.

Seperti inilah yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah. Mengemas kawasan-kawasan tak produktif menjadi kawasan hidup dengan membangun sebuah event besar. Dengan demikian harapan kepada pengembang untuk menghidupkan sebuah kawasan juga dapat diwujudkan. (bul)