Bertemu Manajemen PT AMIN dan Kontraktor Smelter, Bupati KSB Tekankan Tujuh Poin kepada Perusahaan

0
Bupati KSB, H. W. Musyafirin didampingi oleh jajaran Forkopimda KSB saat gelar konfrensi pers usai pertemuan. (Suara NTB/bug)
ads top adsamman

Taliwang (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. H. W. Musyafirin kembali bertemu manajemen PT Amman Mineral Industri (AMIN) dan sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan smelter. Dalam pertemuan kali ini, Bupati mengungkapkan, pihaknya setidaknya menekankan tujuh poin yang harus menjadi perhatian seluruh perusahaan selama masa konstruksi smelter belangsung untuk kepentingan masyarakat dan daerah.

‘’Alhamdulillah kami bersama jajaran Forkopimda hari ini telah menggelar pertemuan dengan manajemen perusahaan terkait kelanjutan pembangunan smelter,’’ terang Bupati saat konferensi pers usai pertemuan, Selasa, 28 Juni 2022.

Sekda KSB, Amar Nurmansyah saat memaparkan rincian hasil pertemuan kepada awak media. (Suara NTB/bug)

Menurut Bupati, dari paparan umum yang disampaikan PT AMIN selama pertemuan, bahwa progres persiapan pembangunan smelter sejauh ini berjalan lancar. Dengan gambaran tersebut, perusahaan optimis jadwal pelaksanaan konstruksi akan dimulai pada bulan Oktober 2022 ini. ‘’Pernyataan perusahaan ini kita harus garisbawahi bahwa pembangunan smelter pasti terjadi. Ini saya kira penting kita sampaikan supaya tidak ada lagi keraguan di masyarakat,’’ tegasnya.

Mengenai hal-hal lain yang dibicarakan, Bupati mengatakan bahwa Pemda KSB lebih banyak menyampaikan aspirasi yang selama ini mencuat di tengah masyarakat. Setidaknya ada tujuh poin yang disampaikan Bupati agar perusahaan benar-benar menjalankannya ke depan.

Adapun catatan-catatan penting itu mulai soal komitmen pemanfaatan tenaga kerja lokal semaksimal mungkin, penggunaan produk lokal, pemberdayaan UMKM, mengakomodir pekerja lokal eks PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Kemudian perekrutan model satu pintu, penempatan kantor subkantor konatruksi smelter di luar area perusahaan (di luar site) dan terakhir penyaluran CSR perusahaan.

Dari seluruh poin yang disampaikan itu, Bupati menyebutkan, perusahaan menyatakan kesanggupannya. Selanjutnya, mengenai teknisnya perusahaan dan Pemerintah KSB akan bekerja sama memulainya secara bertahap dengan mengikuti jadwal pembangunan smelter. ‘’Intinya kita menekankan pembangunan smelter itu memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat KSB khususnya dan NTB secara umum tentunya,’’ tandas Bupati dua periode ini.

Sementara itu, Sekda KSB, Amar Nurmansyah yang didaulat merinci hasil pertemuan itu menyebutkan, mengenai ketenagakerjaan, kontraktor pelaksana pembangunan smelter dalam hal ini PT Pengembangan Industri Logam (PIL) merencanakan akan merekrut sebanyak 1.200 tenaga lokal. Namun hal itu masih memungkinkan bertambah sebab Pemda KSB menginginkan ada rincian mengenai job deskripsi yang dibutuhkan.

‘’1.200 itu sekitar 60 persen total pekerja yang dibutuhkan selama masa konstruksi. Nah tadi kita minta rincian job-nya supaya kalau ada yang bisa dipenuhi lokal maka itu harus diisi oleh pekerja kita (asal KSB),’’ paparnya.

Selanjutnya Sekda mengungkapkan, PT AMIN juga menyampaikan mengenai jadwal penyelesaian smelter. Berdasarkan paparan perusahaan, dari rencana yang telah disusun, pembangunan pabrik pengolah bijih tambang mineral itu akan memakan waktu sekitar 2,5 tahun. ‘’Tapi mereka bilang bisa dipercepat mengingat amanat UU Minerba batas pengiriman konsetrat mereka ke luar negeri dibatasi hingga tahun 2023,’’ urainya.

Selain memberi rincian beberapa hasil pertemuan, Sekda menanggapi beberapa pertanyaan awak media. Mulai soal komitmen Pemerintah KSB mengawal tenaga kerja lokal agar diserap maksimal dalam proyek smelter hingga pemanfaatan sumber daya daerah untuk menunjang pembangunan smelter tersebut.

Mengenai kedua hal itu, Sekda menegaskan, Pemerintah KSB akan menjadi garda terdepan guna memastikan seluruh aspirasi masyarakat terakomodir. Dan karenanya, sejak awal pemerintah mengambil peran aktif dan terlibat sesuai dengan tupoksi yang dimiliki daerah. ‘’Tadi ada yang bertanya pola rekrutmen misalnya, kami sudah sampaikan ke mereka (perusahaan) harus satu pintu lewat Disnaker KSB. Makanya Pak Bupati sudah perintah dan sudah dijalankan oleh Pak Kadis (Disnaker) soal hal itu,’’ imbuhnya.

Pertemuan dengan manajemen PT AMIN dan manajemen perusahaan pelaksana pembangunan smelter itu, Bupati didampingi Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, Sekda dan sejumlah Kepala OPD serta jajaran Forkopimda KSB. Sementara dari pihak perusahaan, hadir Vice President Cooporate Advice PT AMIN, Aditya Mandala, Senior Manager External PT AMNT, Ahmad dan beberapa manajemen perusahaan pelaksana pembangunan smelter.(*)