Banyak Randis di Lobar Dibiarkan Jadi Besi Rongsokan

0
Kendaraan dinas di salah satu satu OPD ini dibiarkan menumpuk dan terbengkalai, Selasa, 28 Juni 2022.(Suara NTB/her)
ads top adsamman

Giri Menang (Suara NTB) – Banyak kendaraan dinas (randis) yang tidak dipakai di lingkup Pemkab Lombok Barat (Lobar).  Saat ini, kendaraan operasional bagi para ASN Pemkab Lobar itu menumpuk di kantor-kantor dinas. Kendaraan ini tidak dipakai, lantaran kondisinya tak layak dan rusak, sehingga menjadi barang rongsokan.

Pantauan Suara NTB di beberapa kantor OPD, Selasa, 28 Juni 2022, tidak sedikit kendaran roda dua dibiarkan terbangkalai. Kondisinya sudah usang karena tak pernah dipakai, apalagi dirawat. Randis-randis dijejer di halaman bagian belakang kantor. Cukup disayangkan, karena kendaraan itu seharusnya bisa dilelang atau dijual untuk kebutuhan daerah.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar, Fauzan Husniadi mengaku, tidak tahu secara persis jumlahnya. Tapi dia mengakui banyak yang tidak terpakai karena kondisinya sudah tidak layak.

“Ada ratusan unit dengan didominasi sepeda motor. Kalau randis mobil tidak seberapa, tidak sampai belasan,” jelasnya ketika ditemui di ruang kerjanya. Ia mengaku, ratusan unit randis tersebut dalam proses lelang. Beberapa waktu lalu OPD sudah mendatanya dan menyerahkan ke BPKAD. “Sudah kita minta data randis yang melebihi umur pakai, dan datanya sudah dikirim ke kita,” kata Fauzan.

BPKAD kemudian ditindaklanjuti dengan pengajuan lelang ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di Mataram. “Kita tidak bisa melelang langsung, tapi lewat KPKNL. Dan kami sudah mengajukan surat untuk pelelangannya,” jelas Fauzan.

Masalahnya, sampai saat ini jadwal lelang dari KPKNL belum turun. Dia mengaku, taksiran harga masing-masing unit randis itu belum ada. “Di sana   (KPKNL) yang menaksir harganya, yang disesuaikan dengan kondisi randis tersebut,” kata Fauzan lagi.

Setelah taksiran harga turun, barulah dilakukan lelang. Inilah yang masih ditunggu BPKAD. Fauzan mengaku, terhitung sejak pengusulan, prosesnya sudah hampir setahun. “Lelangnya terbuka untuk umum, siapapun bisa ikut,” imbuhnya.Fauzan menegaskan, pihaknya tidak ingin melihat ada randis mangkrak. Karena itu, dia berharap agar Lobar segera mendapatkan jadwal lelang. “Kalau daerah punya kewenangan, sudah dari dulu kita lelang,” tutupnya. (her)