23 IKM NTB Jalani Uji Sertifikasi di BDI Denpasar

0
Puluhan pelaku IKM foto bersama usai pelatihan di Kantor Dinas Perindustrian Provinsi NTB.(Suara NTB/ist)
ads top adsamman

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perindustrian Provinsi NTB bekerjasama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar telah melatih puluhan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk pemasaran digital melalui sosial media. Pelatihan dilaksanakan 21-25 Juni 2022 di Kantor Dinas Perindustrian Provinsi NTB di Jalan Majapahit, Mataram.

Semakin berkembangnya teknologi komunikasi dan digitalisasi juga efek dari pandemi selama dua tahun kebelakang, menjadikan pemilik usaha produk lokal terus mencari cara untuk memasarkan dan menarik minat pembeli di pasaran, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial yang ada.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE, ME melalui Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Manusia Lalu Luthfi, M.Si., menyampaikan terimakasih kepada BDI Denpasar yang telah mengadakan kegiatan ini di NTB. Setelah terseleksi dari 300 pendaftar, maka 23 IKM ini berhasil mengikuti kegiatan tersebut hingga tahap akhir.

Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini, para IKM NTB bisa menerapkan ilmu yang telah didapatkan untuk perkembangan pasar dan usaha yang lebih luas lagi. “Semoga bisa meluaskan pasar dan usaha serta membagikan ilmunya kepada IKM lainnya terkait pemasaran produk berbasis digital,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag TU BDI Denpasar, Sri Rahayu Febriani menyampaikan, pelatihan sosial media marketing merupakan bagian dari amanat UU dalam membangun sumberdaya manusia untuk bersaing di dunia global dan berperan terhadap mendukung perekonomian Indonesia. Sri Rahayu juga berpesan kepada peserta agar ilmu yang di dapatkan bisa diterapkan dengan sebaik baiknya sehingga IKM NTB naik kelas.

“Dengan materi yang disampaikan oleh kedua instruktur semoga bisa menjadi tambahan ilmu yang ketika diterapkan berdampak besar terhadap IKM NTB,” tuturnya. Salah satu peserta Diklat tersebut yakni Owner Good Craft, IKM yang bergelut dalam bidang industri kreatif memberikan pesan positif setelah mengikuti pelatihan ini.

Menurutnya, pelatihan ini sangat sesuai untuk pemasaran produk yang berbasis marketing digital dan kelas yang disusun secara interaktif dari instruktur dan peserta. “Sangat positif dampak yang diberikan, dan saya selaku IKM merasa mendapatkan materi yang sesuai untuk diterapkan dalam pemasaran produk. Dua instruktur juga sangat interaktif dalam menyampaikan materi, sehingga mudah dimengerti,” ujarnya.

Selanjutnya, 23 IKM tersebut akan melaksanakan ujian sertifikasi selama 7 hari yang difasilitasi oleh BDI Denpasar. (bul)