Permohonan Calon PMI di Lobar Membeludak

0
Calon PMI yang mengurus keberangkatan di kantor Disnaker Lobar, belum lama ini. (Suara NTB/her)
ads top adsamman

Giri Menang (Suara NTB) – Setelah dibukanya sejumlah negara tujuan penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), permohonan calon PMI yang ingin berangkat ke luar negeri membeludak.Sejauh ini terdapat 2.000 daftar tunggu CPMI yang ingin berangkat ke luar negeri.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Disnaker Lobar, Masri Junihardy, SKM., M.Si., mengatakan calon PMI yang mengajukan ingin berangkat melalui perusahaan mencapai 2.000 orang lebih. “Ada lebih dari 2.000 oreng yang menunggu diproses,”terangnya.

Dalam sehari, kata dia, pihaknya melayani 40-50 orang calon PMI yang ikut seleksi. Di mana jumlah perusahaan pengerah PMI yang masuk di Lobar sebanyak 32 perusahaan. Masing-masing perusahaan merekrut bervariasi tergantung yang diperoleh dari perusahaan di pusat.

Dijelaskan, sejauh ini terdapat 400-500 bekas CPMI yang sedang diverifikasi di Dukcapil.Berkas yang diverifikasi seperti KTP, KK, ijazah, akte kelahiran. Setelah diverifikasi, para CPMI ini lanjut ke tahap ID.  Barulah mereka membayar BPJS ketenagakerjaan.Setelah itu, diterbitkan rekomendasi penertiban paspor.Semua berkas ini diurus oleh Dinas melaklui LTSA.”Kalau tidak sinkron data Adminduknya, maka CPMI yang urus ke Dukcapil.Tapi kalau itu sudah clear, tinggal calling visa,”jelasnya.

Begitu calling visa pada saat H-2 sebelum keluar visa, para calon PMI akan dihubungi untuk OPP (orientasi pra pemberangkatan). Untuk CPMI di Lobar, OPP dipusatkan di Disnaker.OPP ini menjadi salah satu syarat berangkat.

Pasalnya, Kalau CPMI belum mengikuti OPP belum bisa berangkat, kalaupun sudah keluar calling visanya.”Ini bentuk pengawasan juga dari kita, karena OPP itu untuk memberikan materi tentang perjanjian penempatan, perjanjian kerja, HIV/Aids, adat dan istiadat negara penempatan ujarnya.Semua hal ini harus dipahami oleh Calon PMI.Sehingga mereka tahu hak dan kewajiban, termasuk gaji. Karena itu tercantum dalam perjanjian penempatan,’’ katanya..

Dalam perjanjian kerja, lanjut dia, CPMI berkerja di negara penempatan selama dua tahun.Setelah dua tahun, mereka pulang cuti selama 1-2 bulan dengan syarat izin ke pihak agensi.” Kalau ndak pulang, maka PMI itu akan menjadi ilegal.Karena itu mereka harus pulang cuti,”jelasnya.Begitu selesai cuti, mereka berangkat lagi ke negara penempatan.(her)