Penguatan Keluarga Minimalisir Kekerasaan Seksual terhadap Anak

0
Hj. Dewi Mardiana Ariany. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kasus kekerasaan seksual di Kota Mataram menjadi fenomena gunung es.Anak selalu menjadi korban oleh orang terdekatnya.Minimnya pola asuh dan pengaruh gawai disinyalir jadi pemicu.Fenomena kekerasan mampu diminimalisir melalui penguatan keluarga.

Data Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram dari 10 kasus yang ditangani, sejumlah dua anak diduga menjadi korban kekerasaan seksual.Pelakunya adalah orang terdekat korban. Saat ini, dalam proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Dra.Hj. Dewi Mardiana Ariany mengaku, prihatin masih ditemukan kasus anak menjadi korban kekerasaan seksual. Pelakunya tidak lain adalah orang terdekat mereka. Meskipun telah ditangani oleh aparat penegak hukum,tetapi perlu adanya langkah antisipasi agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali. “Memang ini jadi fenomena gunung es. Kami nanti coba melakukan penguatan dengan guru BK di sekolah kemudian mengedukasi anak-anak kita,” kata Dewi ditemui,Senin, 27 Juni 2022.

Berbagai faktor menjadi penyebab kekerasaan seksual. Diantaranya, minimnya pengawasan orangtua, penggunaan media sosial (gawai,red) tanpa pengawasan,dan lain sebagainya. Dua orang siswi diduga menjadi korban pelecehan oleh kekasihnya.Menurutnya, penguatan keluarga melalui parenting dinilai penting agar orangtua benar-benar mengawasi perkembangan anak mereka.“Kadang kalau kita ajak untuk ikut parenting ada saja alasannya. Sibuk cari nafkahlah dan lain sebagainya. Padahal, parenting ini penting untuk penguatan keluarga,” jelasnya.

Pencegahan kekerasaan seksual terhadap anak perlu keterlibatan keluarga terutama orangtua, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk memberikan edukasi dan mengingatkan anak-anak bahaya atau risiko seks bebas.Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah mengharapkan, kasus kekerasaan seksual terhadap anak dapat diminimalisir. Orangtua perlu mengajarkan nilai agama dan penguatan-penguatan lainnya serta mengarahkan anak untuk berkegiatan yang positif,agar tidak terjerumus dengan hal-hal negatif. (cem)