Pengangkatan PPPK, Lotim Masih Melakukan Kajian

0
H. Mugni (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Tahun 2022 ini, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sudah mengusulkan pengangkatan 6 ribu Pegawai Pemerintah dengan Pejanjian Kerja (PPPK). Jumlah itu disebut karena dihitung berdasarkan jumlah kebutuhan. Akan tetapi berapa pastinya yang bakal diangkat sampai saat ini masih dilakukan kajian.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), H. Mugni kepada Suara NTB, Senin, 27 Juni 2022, menjelaskan regulasinya sekarang ini, angin segar untuk pengangkatan PPPK ini tergantung pada kesanggupan daerah sendiri.

“Angin segar tergantung kita, mau angkat berapa,” jelasnya.

Diakui, dilihat dari jumlah kebutuhan tenaga di luar ASN, Lotim masih banyak kekurangan, sehingga diusulkan 6 ribu itu guna memenuhi kekurangan ASN yang ada.

Disebut tergantung daerah karena sistem penggajiannya diserahkan sepenuhnya ke daerah. Lotim tidak ingin seperti daerah lain yang sudah keburu mengangkat, namun dalam perjalanannya tidak mampu menggaji.

Disampaikannya, jumlah gaji yang harus dibayar untuk PPPK ini kisaran Rp 2,9 juta sampai dengan Rp 3,7 juta per bulan. Ditambah lagi tunjangan kinerja. Gaji dan tunjangan kinerja ini diberikan selama 14 bulan. Jika diakumulasi dengan rata-rata Rp 3,7 juta saja dikali 14 bulan, maka dalam setahun dibutuhkan anggaran untuk menggaji PPPK sebesar Rp 51,8 juta. Dikalikan ribuan PPPK, maka miliaran dana pemda harus disiapkan. Jumlah PPPK yang ada saat ini saja 700 orang.

Saat ini pihaknya terus memperbaiki data tentang kepegawaian ini. Prinsip coba ditanamkan kepada seluruh aparatur di Lotim menggunakan akronim MANTAP, yakni Melayani, Akomodatif, Netral, Amanah dan Profesional. (rus)