Penanganan Medis Pembalap MXGP Cukup di Medical Center Sirkuit

0
Tim medis siaga penuh di Medical Center di kawasan sirkuit. (Suara NTB/ist)
ads top adsamman

Mataram (Suara NTB)– Salah satu aspek yang sangat penting di setiap event otomotif yaitu tersedianya tim medis dan rumah sakit untuk menangani potensi inseden kecelakaan saat balapan. Pada saat MXGP Samota kemarin, tim medis siaga penuh di Medical Center di kawasan sirkuit dan di RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa.

Ketua Harian Persiapan MXGP Samota sekaligus sebagai penanggung jawab medis dr. H Lalu Herman Mahaputra mengatakan, saat berlangsungnya balapan dari tanggal 25 – 26 Juni kemarin, sejumlah pembalap terpantau mendapatkan observasi medis di sana. Namun mereka tak sampai dibawa ke RSUD H.L. Manambai Abdulkadir sebagai rumah sakit penanganan MXGP.

“Saya pantau banyak yang diobservasi dan Ahamdulillah bisa ditangani di Medical Center, tak perlu dibawa ke Manambai atau ke RSUP. Rata-rata keluhannya benturan,” kata Dokter Jack, sapaan akrabnya kepada wartawan, Senin, 27 Juni 2022.

Ia mengatakan, event MXGP dengan MotoGP berbeda dari segi tantangan dan potensi mengalami insiden kecelakaan. Menurutnya, Motocross berisiko lebih tinggi terjadi insiden di lintasan balapan daripada MotoGP, karena race ini mengandalkan energi yang sangat besar.

“Luar biasa. Ini beda dengan balap di aspal. Di MXGP ini setiap pembalap sekali turun bisa sampai 30 kilo. Pembalap tak boleh merem sedikitpun, ini membutuhkan konsetrasi tinggi dan stamina yang kuat,” jelasnya.

Dokter Jack tak merinci berapa pembalap MX2 dan MXGP yang mendapat observasi dan penanganan medis saat balapan, namun ia bersyukur bahwa aksi balapan yang di lintasan yang ekstrem ini tak ada insiden yang serius. Termasuk insiden tertabraknya seorang marshal saat bertugas mengawal final MX2. Kata Dokter Jack, marshal tersebut tak mengalami luka, bahkan tidak dilarikan ke Medical Center karena kondisinya dalam keadaan baik pasca-insiden tersebut.

“Faktor kesalahan pasti ada di setiap balap. Namun tidak sampai luka, dia belum sampai masuk medical malah,” ujarnya.

Ia memuji peran marshal MXGP Samota yang dinilainya sudah bagus. Jumlah marshal yang dilibatkan sebanyak 120 orang. Yang istimewa dari marshal ini adalah hampir semuanya berasal dari Sumbawa atau murni SDM lokal.

Perekrutan marshal dari potensi lokal dengan tujuan agar SDM marshal tidak bergantung dari luar daerah atau dari luar negeri. Terlebih gelaran MXGP Samota ini memiliki kontrak selama lima tahun, sehingga SDM lokal sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan event di tahun-tahun mendatang.

“Karena Samota bukan hanya tahun ini, kita ada kontrak sampai lima tahun. Sehingga harapan saya marshal-marshal ini bisa  menjadi salah satu pendukung kegiatan-kegiatan internasional yang ada di Samota. Tidak perlu ambil-ambil dari luar,” ujarnya.(ris)