Pemprov NTB Dorong Masyarakat Punya Lumbung Pangan

0
Abdul Azis. (Suara NTB/bul)
ads top adsamman

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB, Abdul Azis, SH, MH mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan dengan membangun lumbung pangan mandiri. Lumbung pangan menjadi salah satu solusi dari pengaruh ketidakpastian ekonomi.

Konsep lumbung pangan sebenarnya sudah ada di masyarakat NTB. Lumbung pangan adalah cara konvensional yang diwariskan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Orang-orang terdahulu bahkan membuat lumbung khusus untuk menjaga kelangsungan hidupnya setelah panen padi, hingga musim panen berikutnya.

Bahkan lumbung pangan terbukti mampu menjadi penyangga pemenuhan kebutuhan – kebutuhan strategis lainnya. Seperti sekolah, atau kebutuhan lain. Gabah-gabah yang disimpan biasanya dijual jika diperlukan untuk kebutuhan apapun. “Lumbung pangan ini bisa menjaga kita dari kerentanan kerawanan pangan. Bisa juga menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” kata Azis yang baru-baru ini dilantik oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Mantan Sekda Kabupaten Sumbawa Barat ini mengatakan, karena strategisnya fungsi lumbung pangan ini, pemerintah secara rutin mengalokasikan anggaran untuk memfasilitas kelompok-kelompok masyarakat membangun lumbung pangan di desa. Didampingi Sekretaris Dinas, Muh. Suaidi, dijelaskan, terakhir tahun 2021, pemerintah membantu membangunkan 15 lumbung pangan. Satu lumbung pangan nilainya Rp75 juta.

“Tahun ini tidak ada. Karena pemerintah melakukan pemangkasan anggaran akibat covid-19,” kata Suaidi. Lumbung-lumbung pangan dikelola oleh gabungan kelompok petani (gapoktan). Untuk pengisiannya, dibantu oleh pemerintah kabupaten/kota. Azis menambahkan, terdapat sekitar 526 lumbung pagang yang tersebar di Provinsi NTB. 323 lumbung pangan yang masih aktif. Lumbung pangan, apapun bentuknya, apakah yang berbentuk lumbung tradisional, atau pun semacam gudang-gudang modern, bagi kepala dinas tidak menjadi soal. Yang terpenting, tersedia tempat untuk menyimpan gabah petani saat musim panen.

“Saat panen jangan jual gabahnya semuanya. Harus ada yang disimpan untuk memenuhi kebutuhan hingga panen kembali,” ujarnya. Lumbung pangan juga dapat menjaga stabilitas harga pangan, terutama gabah. Saat musim panen, biasanya terjadi penurunan harga gabah. Apalagi jika panen raya sedang melimpah. Solusinya adalah melakukan tunda jual. Menunggu hingga harga gabah membaik. Agar petani tidak merugi. “Karena strategisnya lumbung pangan ini. Presidenpun mengeluarkan instruksi untuk menjaga lumbung pangan,” demikian Abdul Aziz. (bul)