Melalui MXGP Samota, Promosi Wisata Sumbawa Mendunia

0
Ketua IMI Pusat Bamsoet bersama Ketua IMI NTB Dokter Jack usai pelaksanaan MXGP Samota, Minggu, 26 Juni 2022. (Suara NTB/ris)
ads top adsamman

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Gelaran Motocross Grand Prix (MXGP) Samota sudah selesai digelar dengan sukses. Ini bukan hanya soal event olahraga, namun MXGP ini menjadi promosi pariwisata bagi Sumbawa, baik secara nasional maupun mancanegara. Sebab ada puluhan media internasional yang meliput event ini dan sebagian dari mereka melakukan siaran langsung sehingga publikasinya sangat luas.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) H. Bambang Soesatyo mengatakan, Provinsi NTB telah mencetak prestasi yang luar biasa di bidang otomotif. Sebab daerah ini sudah sukses menggelar event WSBK tahun 2021 dan MotoGP di Sirkuit Mandalika bulan Maret 2022. Dan bulan Juni ini, NTB sudah menuntaskan event MXGP dengan baik.

Dalam setiap event olahraga tersebut, Lombok dan Sumbawa mendapatkan liputan secara langsung oleh stasiun TV internasional dan nasional sehingga bisa ditonton oleh miliaran pasang mata. Tentu hal ini akan menjadi media promosi yang sangat efektif untuk pengembangan daerah di masa yang akan datang, terutama di bidang pariwisata dan investasi.

‘’NTB telah mencetak prestasi yang luar biasa di bidang otomotif. Miliran mata melihat MotoGP maupun MXGP. Ada 83 stasiun TV internasional yang meliput dan live streaming di 17 negara dengan pembalap-pembalap internasional,’’ ujar Bamsoet, sapaan akrabnya kepada Suara NTB, Minggu, 26 Juni 2022.

Ia mengatakan, diharapkan promosi pariwisata Sumbawa ini bisa mendunia dengan MXGP, tidak hanya Mandalika atau Lombok dengan event MotoGP dan WSBK di sana. Kesempatan Sumbawa untuk berkembang sangat tinggi lantaran potensi wisata yang yang dimilikinya luar biasa.

‘’Di sisi lain, dengan hadirnya event ini, UMKM sangat terbantu. Ada sekitar 40 ribu masyarakat tumpah ruah di sini sehingga transaksi UMKM kita harapkan ikut terdongkrak selama event,’’ ujarnya.

Ketua MPR RI ini menilai, MXGP Samota sudah berlangsung dengan baik sesuai dengan harapan. Bahkan menurut para pembalap, Infront dan FIM, ini adalah sirkuit terbaik di dunia dari segi tantangan, pemandangan dan kontur yang bagus, bersaing dengan Sirkuit MXGP Argentina.

‘’Kita sudah melihat para juara dunia dan kesan mereka juga positif. Artinya kita sebagai tuan rumah penyelenggaraan sudah cukup baik,’’ ujarnya.

Bamsoet menyambut baik usulan Menparekraf yang menginginkan gelaran MXGP ini dilaksanakan dua kali di NTB tahun depan. Sebab pada dasarnya Indonesia selalu mendapatkan dua seri MXGP dalam setahun. Namun tahun ini hanya satu seri saja yang diambil karena waktu persiapannya cukup mepet di tengah pandemi.

‘’Kita selalu dapat dua seri yang dimulai dari tahun 1995 di Jogja, tahun berikutnya di Pangkal Pinang, Semarang, Palembang, dan kota-kota lainnya selalu dua seri. Terakhir 2019 pas masuk Covid-19, kita setop dan kita mulai hari ini,’’ tutupnya.(ris)