Harga Cabai Tembus Rp110 Per Kilogram

0
Ilustrasi komoditas cabai (pixabay)
ads top adsamman

Taliwang (Suara NTB) – Harga cabai rawit merah di tiga pasar induk di Sumbawa Barat  yakni di Kecamatan Taliwang, Seteluk dan Maluk mengalami kenaikan harga hingga 50 persen. Bahkan harga cabai saat ini mencapai Rp110-Rp120 ribu per kilogram dari harga normal Rp70-90 ribu per kilogramnya.

“Memang untuk harga cabai rawit merah sangat tinggi dan harga tersebut diprediksi akan terus naik jelang hari raya idul adha mendatang,” ungkap Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Koperindag) Nurdin Rahman SE, kepada Suara NTB, Senin, 27 Juni 2022. Selain cabai, gula pasir dan minyak goreng harganya juga masih tinggi di sejumlah pasar di wilayah setempat.

Dikatakannya, ada beberapa faktor menjadi penyebab melonjaknya harga cabai di KSB, salah satunya sangat terbatasnya pasokan dari Lombok maupun daerah lainnya akibat musim kemarau. Serta belum adanya  sentra perkebunan khususnya cabai rawit merah menjadikan harga tidak bisa dikendalikan karena sangat bergantung ke daerah lain. Bahkan jumlah produksi dalam daerah hanya mampu dihasilkan sekitar 30 persen dari jumlah kebutuhan. ” Kenaikan harga cabai rawit merah ini sudah terjadi sejak beberapa minggu yang lalu karena memamg pasokannya terbatas,” sebutnya.

Seraya menambahkan, selain harga cabai komoditas lainnya juga akan diprediksi terus melonjak terutama gula pasir dan minyak goreng. Bahkan harga saat ini untuk ukuran satu kilogram gula pasir dihargai di angka Rp15 ribu apalagi jelang hari raya idul adha juga akan naik. Sementara untuk minyak goreng saat ini kondisinya masih terbatas dengan harga yang tinggi. Sedangkan untuk bahan pokok lainnya masih terpantau normal seperti daging dan telur. “Kita tetap akan memberikan atensi khusus terkait persoalan harga apalagi jelang idul adha jangan sampai masyarakat yang dirugikan,” tandasnya. (ils)