Gandeng IWAPI NTB, Mahasiswa Unram Dididik Menjadi Wirausaha

0
Iwapi foto bersama pihak FKIP Unram usai penandatangan perjanjian kerjasama.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) menggandeng Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB untuk mendidik para mahasiswa memiliki mental wirausaha. Beberapa program studi (Prodi) bahkan telah menandatangani perjanjian kerjasama.

Penandatanganan kerjasama antara IWAPI NTB sudah dilakukan dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi PPKN, Biologi, dan menyusul Bahasa Inggris. Ketua IWAPI Provinsi NTB, Hj. Baiq. Diyah Ratu Ganefi di Mataram, Senin, 27 Juni 2022 mengatakan, tindaklanjut kerjasama ini, mahasiswa dari masing-masing prodi ini akan diajar 1 SKS atau 10 kali pertemuan. Teori dan praktik.

“Dari setiap mahasiswa akan kami klasifikasi. Siapa yang ingin ke kuliner, atau yang terbanyak memilih kuliner, akan kita coaching (latih) mahasiswa ini sampai dia bisa menghasilkan. Misalnya untuk kuliner pisang goreng, kita mau pisang gorengnya beda kreativitas, cara promosinya, dari yang lain,” kata mantan Anggota DPD RI ini.

Dengan pendampingan ini, mahasiswa bisa kuliah, sambil bekerja mandiri. Dan tidak berpikir bahwa selesai kuliah orientasinya harus menjadi PNS/ASN. “Tapi mindset mereka bisa juga menjadi orang sukses karena jualan kuliner, atau buka percetakan, atau buka usaha lainnya. Tidak mesti jadi ASN,” ujarnya.

IWAPI yang di dalamnya tergabung para praktisi pengusaha akan melakukan pendampingan secara intensif. Targetnya, minimal 20 persen dari jumlah mahasiswa yang didampingi, benar-benar terbentuk karakternya menjadi wirausaha. “Kami targetnya ingin anak-anak muda wirausaha baru akan terus tumbuh. Sesuai juga dengan target pemerintah untuk memperbanyak wirausaha baru. Bagaimana anak-anak muda ini mau berusaha saat kuliah, ataupun pasca sarjana,” jelas ratu Ganefi.

Ia menambahkan, berwirausaha menjanjikan peluang kerja yang sangat terbuka lebar. Bahkan di negara-negara maju, jumlah wirausahanya sangat ideal. Namun, wirausaha yang dimaksudkan tidak monoton. Ganefi mengatakan, kebanyakan wirausaha muda yang dilihat hanya menjual pulsa.

“Kita ingin mereka lebih profesional lagi sebagai wirausaha. Di kuliner banyak juga ternyata mahasiswa ini bergerak. Tetapi belum dilakukan dengan manajemen yang profesional dan yang baik. inilah yang kita dampingi, kita bimbing para mahasiswa benar-benar menjadi wirausaha profesional,” demikian Ratu Ganefi. (bul)