Ekonomi Sulit, Minat Warga KLU ke Malaysia Mulai Meningkat

0
ads top adsamman

Tanjung (Suara NTB) – Disinyalir lantaran lapangan kerja sepi akibat Covid dan PMK Ternak, masyarakat Lombok Utara mulai berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Dalam sehari- Senin, 27 Juni 2022, jumlah pendaftar tujuan Malaysia sebanyak 80 orang.

“Warga kita yang mau seleksi ke Malaysia, cukup banyak. Hari kemarin saja yang melamar 80 orang,” ucap Kabid Tenaga Kerja, pada Disnaker PMPTSP KLU, H. Kadarusna, SH., kepada Suara NTB, kemarin.

Ia mengakui, sejak dibukanya lapangan kerja non formal tujuan Malaysia pascacovid minat warga kembali muncul. Dalam sepekan terakhir, Kadarusna memperkirakan jumlah pelamar dari KLU mencapai di atas 150 orang.

“Seminggu terakhir peminat di kisaran angka 150-an orang. Malaysia mayoritas, ada juga pelamar tujuan Taiwan dan Arab Saudi,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, CPMI yang akan bekerja di luar negeri – termasuk Malaysia, harus mengikuti peraturan yang baku. Dimana, proses penempatan diawali dengan pencatatan data pemohon di Dinas Kabupaten.

Sejatinya, kata Kadarusna, penempatan ke Malaysia sekalipun, memiliki persyaratan seperti negara lainnya. Yaitu, CPMI harus menyertakan Sertifikat Kompetensi sebagai syarat penempatan. Hanya saja, imbuhnya, penerbitan Sertifikat tersebut masih terkendala belum tersedianya lembaga penerbit.

“Ke Malaysia mestinya ada pelatihan juga dibuktikan dengan Sertifikat kompetensi. Tetapi kondisi di KLU dan NTB umumnya, fasilitas penerbitan sertifikat khusus sektor perladangan belum ada lembaga penerbit.”

“Kabupaten/kota rata-rata menyiasati dengan tidak mewajibkan (sertifikat). Yang pasti, begitu tiba di Malaysia, CPMI  akan dilatih,” ucapnya.

4 CPMI Ilegal Dipulangkan

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja PMPTSP Lombok Utara telah memulangkan 4 orang CPMI/TKW non prosedural atau ilegal. Meraka adalah

Misanim (Desa Sukadana, Kec. Bayan), Tala’ah (Desa Senaru, Kec. Bayan), Baiq Nirwana Sari (Desa Sigar Penjalin, Kec. Tanjung), dan Sapanah (Desa Sigar Penjalin, Kec. Tanjung).

Informasi yang diperoleh dari UPT BP2MI NTB, bahwa para CPMI hasil Pencegahan tersebut merupakan hasil sidak yang dilakukan oleh UPT BP2MI Jakarta disebuah kontrakan yang digunakan untuk transit penempatan ilegal CPMI ke Negara Arab Saudi, lokasi kontrakan berada di daerah Lenteng Agung Jakarta.

Setibanya di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, para CPMI didata oleh petugas Help Desk UPT BP2MI Provinsi NTB selanjutnya diinapkan di Rumah Singgah UPT BP2MI Prov. NTB untuk kemudian dimintai keterangan serta dilakukan pembinaan oleh Polda NTB. “Negara tujuan timur tengah, bahkanada satu tujuan ke Sirya,” ucap Kadarusna.

Untuk proses pemulangan itu, Dinas menggunakan sumber anggaran yang berasal dari swadaya Bidang Tenaga Kerja dan Kepala Dinas. Pasalnya, pada APBD tidak disediakan mata anggaran untuk pemulangan CPMI Ilegal hasil pencegahan.

“Keempat CPMI sudah kita serahkan kepada keluarganya pekan kemarin. Sedangkan mengenai tekong yang terlibat, sudah ada info namanya. Ini akan kita proses lebih lanjut,” pungkasnya. (ari)