Efek MotoGP, Sudah 630 Izin Investasi Masuk ke Loteng

0
H.M. Nursiah (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Gelaran event MotoGP dan sejumlah event dunia lainnya di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) secara tidak langsung mampu mendorong laju investasi di daerah ini. Tercatat tahun ini saja, sudah sekitar 630 izin investasi yang masuk ke Loteng. Terbanyak, investasi dibidang jasa dan akomodasi terutama perhotelan serta penginaapan. Dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp 2,3 triliun.

Demikian diungkapkan Wabup Loteng, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., saat menerima kunjungan rombongan Wabup Brebes, Jawa Tengah, di kantor Bupati Loteng, Senin, 27 Juni 2022. Diakuinya, dampak langsung event MotoGP yang digelar di sirkuit internasional Mandalika, utamanya, dalam hal pendapatan asli daerah (PAD) belum cukup signifikan.

Di mana dari evet MotoGP yang baru lalu, pendapatan yang diperoleh Loteng baru sekitar Rp 12, 6 milliar. Sementara dari event World Superbike (WSBK) jauh dibawah itu. “Tapi dibalik itu, dampak tidak langsungnya yang besar. Karena bisa menarik minat pengusaha untuk berivestasi di daerah ini. Baik itu pengusaha lokal, nasional hingga internasional,” ujarnya.

Dengan banyaknya kegiatan investasi yang masuk, tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Lapangan pekerjaan akan semakin banyak. Masyarakat pun bisa mendapat benefit dari kegiatan investasi tersebut. Baik itu secara langsug, bagi masyarakat yang berkesempatan bekerja di kegiatan investasi tersebut. Maupun masyarakat yang tidak bekerja, namun ikut mendapat dampak ekonomi dari kegiatan investasi yang ada.

Tentunya dengan semakin banyak investasi yang masuk kegiatan ekonomi akan semakin meningkat. Taraf ekonomi masyarakat juga akan terangkat. Bagi pemerintah daerah, kegiatan investasi tersebut akan mendatangkan potensi-potensi pendapatan asli daerah, berupa pajak dan restribusi daerah. “Dampak dari kegiatan pembangunan tentu tidak bisa langsung dirasakan, tapi secara bertahap,” imbuh Nursiah.

Dengan kata lain, mungkin target-target PAD untuk saat ini belum bisa tercapai. Namun seiring waktu dan proses pembangunan yang masih terus berjalan, bukan tidak mungkin kedepan target PAD bisa tercapai. Bahkan bukan mungkin bisa terlampaui. (kir)