Beli Minyak Goreng Curah Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

0
Ilustrasi Minyak Goreng Curah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat mulai mensosialisasikan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) menggunakan aplikasi pedulilindungi.Pembelian dibatasi 10 kilogram. Uji coba ini akan berlangsung selama dua pekan. Perubahan sistem ini untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Uun Pujianto membenarkan, pemerintah pusat mulai mensosialisasikan pembelian minyak goreng curah rakyat menggunakan aplikasi pedulilindungi. Sosialisasi akan berlangsung selama dua pekan. Perubahan sistem ini untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi masyarakat. “Sementara ini mulai disosialisasikan dulu,” kata Uun dikonfirmasi, Senin, 27 Juni 2022.

Masyarakat yang tidak memiliki aplikasi pedulilindungi, bisa membeli minyak goreng curah dengan menunjukkan nomor induk kependudukan (NIK). Satu NIK akan mendapatkan 10 kilogram.

Uun memahami kebijakan pemerintah pusat untuk pembatasan dan harga yang diterima konsumen terjangkau.Pedagang pun tidak sewenang-wenang menaikkan harga. Harga minyak goreng curah tersebut sudah dijual dengan harga eceran tertinggi,yakni Rp 14.000 perliter atau Rp 15.500 perkilogram. Permasalahannya adalah harga minyak goreng dijual di pasar tradisional Rp 18.000 perkilogram.“ Yang jadi masalah itu masih ada yang menjual di atas HET,” sebutnya.

Dengan sistem tersebut, pengecer maupun agen tidak bisa menaikkan harga.Harga yang diberikan oleh pabrik ke agen atau distributor sudah ada keuntungan. Demikian juga ke pengecer,sehingga harga yang diterima oleh konsumen sama.

Untuk stok minyak goreng curah dipastikan masih aman.Pihaknya sudah berkoordinasi dengan distributor dan dipastikan ketersediaan masih terpenuhi.Kaitannya dengan perubahan sistem pembelian minyak goreng curah apakah tetap diberlakukan? Uun belum berani memastikan,karena ini menjadi kebijakan pemerintah pusat. “ Kalau memang berhasil akan dilanjutkan. Kalau tidak nanti kita lihat kebijakan pusat,”  demikian kata dia. (cem)