3.000 Hektar Kawasan Sekotong Dibuatkan RDTR

0
Kawasan Sekotong ini sudah dibuatkan RDTR oleh Kementerian ATR. (Suara NTB/her)
ads top adsamman

Giri Menang (Suara NTB) – Kawasan Sekotong seluas 3.000 yang berada di wilayah selatan Lombok Barat (Lobar) sudah mulai dibuatkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Penyusunan RDTR yang melingkupi Sekotong bagian barat dan utara tersebut dibantu pembiayaannya oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Program penyusunan ini akan dilakukan oleh kementerian dalam waktu dekat ini.

Sekretaris Dinas PUPR Lobar, Lalu Sudiana mengatakan pihak Kementerian ATR sudah datang ke Pemda Lobar. “Ada 3.000 hektar wilayah bagian Sekotong akan disusun RDTR-nya oleh Kementerian ATR,” jelas dia, Senin, 27 Juni 2022.

Penyusunan RDTR kawasan Sekotong ini hampir pasti karena sudah dilakukan FGD dengan pihak kementerian terkait.Ia menyebut ada dua alternatif wilayah yang akan disasar program ini, yakni alternatif pertama bagian Buwun Mas dan alternatif kedua Sekotong bagian barat serta utara.  Namun yang diusulkan adalah Sekotong bagian barat utara, termasuk gili-gili di yang ada di kawasan Sekotong.

Lebih rinci disebutkan wilayah yang akan dibuatkan RDTR mulai dari perbatasan pesisir Sekotong dengan Pelabuhan Lembar, sepanjang daerah pesisir pantai Sekotong Barat, Pelangan hingga Labuan Poh. Termasuk semua gili yang ada di daerah itu.Pertimbangannya, karena kawasan itu banyak aspek kepentingan, baik dari sektor pariwisata, perikanan dan sektor perdagangan.

Dalam penyusunan RDTR ini banyak syarat yang mesti dipenuhi, di antaranya peta dasar, peta tematik, peta rencana, draf Ranperda, dan KLHS. Semua syarat ini, jelas dia, ditender, karena minimal biayanya Rp400 juta.”Mereka yang kerjakan semua, kita terima jadi,”imbuhnya.

Selain RDTR kawasan Sekotong, Kementerian ATR juga membantu penyusunan tiga RDTR, yakni RDTR Kawasan Geopark Narmada Lingsar dan Kecamatan Batulayar. Sedangkan Pemda membuat RDTR Kota Gerung. Untuk RDTR Kota Gerung, sedang diusulkan untuk LP2B. Setelah ada RDTR ini lanjut dia, poros izin akan lebih enak. Karena sudah jelas, mana titik yang merah, kuning dan hijau untuk pembangunan.Saat ini, jelas dia, masih abu-abu, karena belum ada RDTR.(her)