Tarif Denda Derek Belum Bisa Diterapkan

0
Muhammad Saleh. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kendaraan yang parkir sembarang dan melanggar rambu lalu lintas siap-siap digembok dan diderek. Sanksi ini menjadi efek jera bagi pengendara. Pengenaan denda masih belum bisa diterapkan karena menunggu pengesahan regulasi dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs. Muhammad Saleh menjelaskan, pengenaan biaya derek kendaraan belum bisa diterapkan di Kota Mataram, karena masih menunggu perubahan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 tentang jasa usaha tertentu. Perda ini telah disahkan atau setujui oleh Dewan dan tinggal menunggu kajian dari Kementerian Dalam Negeri. “Kemungkinan Perdanya masih di provinsi,” kata Saleh.

Pengendara yang melanggar akan dikenakan denda bervariatif. Untuk sepeda motor dikenakan sanksi denda penggembokan Rp100 ribu. Sementara, kendaraan roda empat Rp250 ribu dan mobil yang dikenakan sanksi derek Rp500 ribu. Kendaraan yang diderek dan menginap kembali akan kena denda tambahan. Perhitungan denda tambahan dihitung per malam.

Saleh menambahkan, proses pembayaran denda gembok maupun derek harus dibayar dengan sistem non tunai. Warga diminta menyetor denda ke bank dan cukup menunjukkan bukti pembayaran ke petugas. “Jadi tidak ada pembayaran tunai ke anggota. Kita ingin menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya.

Tidak hanya penertiban terhadap pelanggaran lalu lintas. Masyarakat pun bisa menggunakan mobil derek untuk membantu evakuasi kendaraan macet atau kecelakaan. Tarifnya akan disesuaikan dengan jarak tempuh. Ia mengatakan, tarif sewa derek dipastikan jauh lebih murah dibandingkan dengan sewa derek milik swasta.

Saleh mengatakan, pihaknya tetap rutin melakukan operasi penertiban terhadap pelanggaran rambu lalu lintas. Akan tetapi, denda pelanggaran tidak diharapkan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD), melainkan jasa sewa mobil derek jika dibutuhkan oleh masyarakat. “Kalau kendaraan yang melanggar lalu lintas itu sebagai efek jera saja. Kita sih tidak mengharapkan sebagai sumber pendapatan,” tandasnya. (cem)