Nasib 263 PPPK di Mataram Belum Jelas

0
Baiq Nelly Kusumawati. (Suara NTB/cem)
ads top adsamman

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat hingga kini belum memberikan kejelasan terhadap 263 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) di lingkup Pemkot Mataram. Pelaksanaan tes masih menunggu kepastian.

Kuota P3K dari pemerintah pusat sejumlah 738 formasi. Dari hasil seleksi tahap I dan tahap II yang lulus hanya 475 formasi. Dengan rincian, 281 orang yang lulus pada tahap I dan 194 orang pada seleksi tahap II.

Secara keseluruhan kuota guru kelas dengan 408 formasi hanya dapat terisi 316. Untuk guru pendidikan jasmani dan kesehatan SD terisi 38 formasi dari jatah 95 formasi. Sementara, guru bimbingan konseling dari 36 formasi hanya terisi 14 formasi. Guru prakarya dan kewirausahaan dan guru matematika terisi seluruhnya. Masing-masing 24 formasi untuk guru prakarya dan kewirausahaan dan 16 formasi untuk guru matematika. “Yang sudah terisi tahap I dan tahap II sebanyak 475 formasi P3K,” sebut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati.

Sedangkan, seleksi tahap III untuk 263 formasi belum ada kejelasan karena menunggu kebijakan pemerintah pusat. Nelly mengatakan, seleksi P3K tidak langsung ke Badan Kepegawaian Negara, melainkan berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pelaksanaan tahap I dan tahap II telah clear and clean. Pihaknya telah menyerahkan surat keputusan pengangkatan. “SK sudah kita serahkan tetapi memang belum diseremonikan,” ujarnya.

Secara teknis persiapan pelaksanaan ujian P3K biasanya Kemendikbud menghubungi peserta melalui pesan elektronik, sehingga BKPSDM tidak mempersiapkan secara teknis pelaksanaan ujian. Beda halnya dengan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) soal ujiannya menggunakan computer asisted test (CAT) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ia mencontohkan, proses seleksi P3K tahap I tidak ada koordinasi atau pemberitahuan ke pemerintah daerah. “Tiba-tiba saja kita tahu dari peserta yang ribut menanyakan. Detik terakhir dapat informasi tetapi tetap saja kita persiapkan pengawasan,” tandasnya. (cem)