Lewat Mancing Bareng, Promosikan Kawasan Pantai Mawun

0
Mancing bareng digelar komunitas pemancing Loteng, sekaligus untuk mempromosikan kawasan wisatan Pantai Mawun. (Ekbis NTB/kir)
ads top adsamman

PULUHAN pemancing yang tergabung dalam komunitas Ganjak Mancing Lombok Tengah (Loteng), Minggu, 26 Juni 2022, menggelar kegiatan mancing bareng di kawasan wisata Pantai Mawun Desa Tumpak Kecamatan Pujut. Selain sebagai wahana menyalurkan hobi, event bertajuk Mabar Jumbar (Mancing Bareng Jumpa Angler) tersebut sekaligus dijadikan ajang oleh para komunitas pemancing maniak Loteng untuk mempromosikan kawasan Pantai Mawun yang merupakan salah satu destinasi wisata andalan Loteng. Harapannya, kawasan Pantai Mawun bisa semakin dikenal.

“Pasca pandemi Covid-19, kami komunitas mancing Ganjak Mancing Loteng berkomitmen untuk mencoba ikut serta mengambil peran dalam upaya memulihkan sektor pariwisata. Sekaligus membangkitkan usaha kecil menengah (UKM), khusus di bidang industri fishing di NTB, khususnya loteng,” ujar Ari Sukra, penyelenggara Mabar Jumbar.

Ia mengatakan, penggemar mancing cukup besar di daerah ini. Terutama pemancing laut, jumlahnya bisa dibilang tidak terhitung. Selain untuk bisa berkumpul, pihaknya berharap dengan kegiatan tersebut bisa memperkenalkan kawasan wisata Pantai Mawun. Dari pengalaman yang diperoleh saat mengikuti kegiatan tersebut, diharapkan bisa memberikan meningkatkan kesan yang baik.

Sehingga ke depan, para pemancing tersebut bisa datang lagi ke daerah ini. Tidak hanya untuk memancing tetapi juga bisa berekreasi bersama keluarganya. “Ini yang penting, ketika mereka datang lagi tentu sedikit tidak bisa memberi dampak secara ekonomi ketika berwisata atau untuk kegiatan lainnya,” sebut Ari.

“Khusus untuk mancing bareng ini, kegiatannya mancing all  (semua) teknik di sea water (laut). Seperti  jigging, popping, ultralight, kasting, dasaran, tegek dan lain-lain,” jelasnya seraya menambahkan di samping itu ada juga kegiatan bakti sosial pembersihan Pantai Mawun.

Selama kegiatan berlangsung, guna mendukung geliat industri kecil di bidang usaha alat pancing pihaknya juga membuka artshop  atau galeri. Yang menampilkan hasil karya handmade (buatan tangan) pelaku usaha kecil di daerah ini. Di mana pelaku industri kecil di daerah ini yang mampu memproduksi peralatan memancing dan kualitasnya tidak kalah dari produk pabrikan.

Bahkan kualitas dan durabilitas produk yang dihasilkan telah mampu menembus pasar luar lombok. “Produk IKM ini memang jarang diketahui oleh pemerintah. Tapi nyatanya, selama pandemi Covid-19 kemarin, mereka bisa tetap eksis dan survive,” tutup Ari. (kir)