Kasus Stunting di Mataram Masih Tinggi

0
H. Usman Hadi. (Suara NTB/dok)
ads top adsamman

Mataram (Suara NTB) – Jumlah kasus stunting di Kota Mataram masih tinggi. Prevalensinya mencapai 23 persen dari yang ditargetkan Pemprov NTB yang 17 persen lebih. Pencegahan harus dimulai dari hulu untuk menekan kasus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H. Usman Hadi menyampaikan, Mataram berada pada kategori zona kuning untuk kasus stunting dengan prevalensi 23 persen lebih. Di tahun 2022, pihaknya terkendala pengentrian data dan diupayakan pada bulan Agustus melalui pekan penimbangan seluruh kader PPK di kelurahan diminta menggerakkan sasaran. “Kalau sudah lebih dari 70 persen data terentri baru bisa menggambarkan stunting tahun ini,” kata Usman dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Ia menargetkan, angka stunting di Kota Mataram bisa turun di bawah angka 20 persen. Karena itu, berbagai dilakukan dengan melibatkan kader posyandu, PPK kelurahan, dan petugas kesehatan di puskesmas untuk menekan kasus tersebut.

Stunting merupakan kondisi di mana perkembangan tubuh dan berat badan bayi tidak mencapai ideal. Hal ini disebabkan dari asupan gizi dan lain sebagainya. Intervensi penanganannya pun harus dimulai dari hulu yakni ibu hamil dengan usia kandungan seribu hari. Faktor lainnya dengan mencegah kasus anemia pada anak perempuan sejak berusia remaja. “Paling banyak itu sebenarnya anemia. Makanya perlu sejak usia remaja dicegah,” terangnya.

Perempuan usia remaja perlu menjaga pola hidup bersih dan sehat dan mengatur pola makan. Artinya, harus ada keseimbangan antara nutrisi, vitamin, serta menyeimbangi dengan rajin berolah raga.

Stunting tidak hanya tampak pendek, melainkan memiliki risiko mengganggu perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak. Selain itu, stunting juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami berbagai penyakit kronis ketika dewasa, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Usman kembali menambahkan, pencegahan akan dimulai dari hulu melalui program pemberian asupan gizi dan vitamin saat masa kehamilan. (cem)