Gubernur Minta Bapanas agar MRMP di Lape Segera Dioperasikan

0
Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi bersama Sekretaris Utama Bapanas-NFA Sarwo Edhie dan rombongan di Sumbawa, Jumat (24/6) malam. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Momentum Motocross Grand Prix (MXGP) di Sumbawa memberikan dampak besar bagi program pembangunan yang ada di daerah ini. Selain di bidang promosi pariwisata, di bidang pertanian dan ketahanan pangan, dampak MXGP juga cukup terasa. Hal ini bisa dilihat dengan kunjungan dari pejabat pusat ke NTB, khususnya Pulau Sumbawa memberikan dampak cukup besar.

Salah satunya adalah Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi bersama Sekretaris Utama Bapanas-NFA Sarwo Edhie dan rombongan di Sumbawa, Jumat, 24 Juni 2022.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB Abdul Aziz, S.H.,M.H., dari pertemuan ini, Gubernur NTB berharap ada percepatan progres pembangunan di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa, seperti                                    Modern Rice Mining Plant (MRMP) di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa. ‘’MRMP ini, paling tidak diharap bisa segera beroperasi tanggal 27  Juli 2022,’’ ujarnya pada Suara NTB, Sabtu, 25 Juni 2022.

Selain itu, tambahnya, Gubernur juga berharap pembangunan Corn Drying Center (CDC) di Mangelewa Kabupaten  Dompu dapat beroperasi, tanggal 30  September 2022.  Terlebih Dompu merupakan salah satu daerah di NTB merupakan sentra jagung yang membutuhkan tempat pengeringan agar kualitas jagung yang diekspor tetap terjaga.

‘’Gubernur juga berharap  kepada  para pengusaha yang bergerak pembeli/komoditas jagung bukan hanya sekadar membeli tetapi dapat membangun industri produk pakan ternak. Terhadap hewan ternak asal NTB tidak hanya mengirim berupa hewan hidup tetapi diharapkan dapat menghasilkan produk berupa daging beku keluar daerah,’’ tambahnya.

Hal lain yang butuh perhatian, lanjutnya, mekanisasi peralatan bongkar muat di pelabuhan sehingga mempercepat proses distribusi barang, produk pangan, barang dan jasa lainnya. ‘’Ada  perubahan sistem kerja, baik di pelabuhan dan  di pergudangan sehingga tidak terjadi stagnan saling tunggu antara pekerja di pelabuhan dan di pergudangan,’’ harapnya. (ham)