BPD Bali Geber Pertumbuhan Sistem Pembayaran QRIS di NTB Melalui Pekan QRIS

0
Dari kanan ke kiri, Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia,  Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Heru Saptaji dan  Pimpincan Cabang BPD Bali, Gede Mulyawan pada kegiatan pekan QRIS di Mayura, Sabtu, 25 Juni 2022. (Ekbis NTB/ist)

BANK Pembangunan Daerah (BPD) Bali menargetkan sebanyak 3.000 pelaku usaha menyiapkan sistem  pembayaran dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada tahun 2022 ini.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah merchant QRIS adalah dengan menggelar pekan QRIS yang melibatkan masyarakat, pelaku usaha, dan stakeholders.

Pekan QRIS yang digelar di Taman Mayura, Cakenegara Kota Mataram, Sabtu (25/6), dimeriahkan senam Zumba, Podcast “Aman Berinvestasi dan Bangkit bersama KUR BPD Bali), Parade Gendang Beleq, Hiburan, serta Lomba Burung serta doorpize. Kegiatan ini didukung oleh Bank Indonesia Provinsi NTB, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB, serta stakeholders lainnya.

Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga ikut ambil bagian. Mereka menjajakan hasil produk mereka dari suvenir dan aneka kuliner serta sistem pembayarannya menggunakan QRIS.

Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia, serta direksi lainnya, didampingi Pimpinan Cabang BPD Bali, Gede Mulyawan mengatakan, BPD Bali  turut mengakselerasikan sistem pembayaran melalui QRIS yang digencarkan oleh Bank Indonesia.

“Kita selenggarakan pekan QRIS setelah situasi membaik dari Covid-19. Dan Pertumbuhan ekonomi NTB 7,1 persen, ini luar biasa. Artinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini membutuhkan suatu akselerasi terhadap sistem  pembayarannya,” katanya.

Selain itu, bagaimana ekosistem pembayaran bisa dibangun dengan berkolaborasi dengan seluruh stakeholders di NTB, khususnya di Kota Mataram. BPD Bali saat ini memiliki kantor jaringan 1 kantor cabang di Mataram, dan 1 kantor cabang pembantu di Tanjung Lombok Utara saat ini sudah memfasilitasi sebanyak 1.042 merchant QRIS.

“Kita berharap target tahun 2022 ini, dari 15 juta target merchant QRIS di Indonesia, dan 300.000 target di NTB, BPD Bali bisa mengakselerasi sebanyak 3.000 merchant  untuk memperkuat sistem  pembayaran di NTB,” ujarnya.

Target merchant QRIS ini secara otomatis menjadi target BPD Bali untuk menyalurkan pembiayaan kepada usaha-usaha produktif di NTB. Terutama pembiayaan dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji yang menyempatkan diri hadir pada Pekan QRIS BPD Bali ini menyampaikan penghargaan dan apresiasinya, karena pekan QRIS dianggapnya sebagai pasrtipiasi dan kolaborasi bersama bagaimana membangun literasi keuangan berbasis digital di NTB khususnya.

“Tanpa tanggung jawab institusi keuangan sebagai pelaku, Bank Indonesia sebagai regulator dan OJK di dalamnya, maka literasi keuangan digital ini akan menjadi terbatas,” katanya.

Sistem  pembayaran digital menurutnya bagaimana mengubah prilaku bertransaksi dari yang sebelumnya senang menggunakan tunai, menjadi digital. Salah satunya yang saat ini melalui QRIS.

Pertumbuhan QRIS saat ini luar biasa. Dibandingkan dengan sistem  pembayaran lainnya. Rata-rata pertumbuhan QRIS saat ini 300 persen year on year dan pertumbuhan ini dinilai luar biasa. Selain itu, ini momentum pemulihan ekonomi yang saat ini berlanjut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar sistem pembayaran digital di dalamnya.

“Jadi pertumbuhan ekonomi yang baik dibarengi dengan pertumbuhan sistem  pembayaran digital. Karena ekonomi ke depan adalah berbasis digital. Sistem  pembayaran digital adalah masa kini dan masa depan,” demikian Heru.(bul)