Kampanyekan Sadar Wisata di Tanjung Bias, Menparekraf Tekankan Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata

0
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri sosialisasi sadar wisata di lokasi Wisata Tanjung Bias Desa Wisata Senteluk kecamatan.(Suara NTB/ist)
ads top adsamman

Giri Menang (Suara NTB) –Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung pengembangan desa wisata sehingga dapat mendorong kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja. Menparekraf Sandiaga Uno menghadiri kegiatan sosialisasi sadar wisata dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 25 Juni 2022.

Kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata berlangsung di Desa Senteluk, Kabupaten Lombok Barat dan serentak di 4 Desa Lainnya yaitu Desa Pusuk Lestari di Kabupaten Lombok Barat, Desa Gili Indah dan Desa Medana di Kabupaten Lombok Utara serta Desa Jerowaru di Kabupaten Lombok Utara. Sosialisasi diikuti kelompok masyarakat dan pelaku pariwisata yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pelayanan di desa wisata. “Kita mensosialisasikan desa wisata ini dan antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mengangkat keunggulan daerahnya masing-masing. Masyarakat harus betul-betul sadar wisata dan kesadaran ini akan menjadi bagian dari kekuatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Selain memahami akan potensi yang ada, masyarakat juga harus paham nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta Pesona. Yakni keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan. Aktualisasi nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari perilaku sehari-hari dalam melayani wisatawan sehingga menjadi pendukung tumbuhnya iklim kepariwisataan dan menjiwai nilai kearifan budaya lokal.

Pemahaman sadar wisata diharapkan dapat membangun pola pikir masyarakat agar menjadi pemeran aktif dalam pengembangan pariwisata di daerahnya. “Kebersihan dan keramahtamahan adalah dua hal yang sangat penting (untuk dijaga) dan tentunya yang tidak kalah penting adalah partisipasi masyarakat untuk mengangkat keunggulan daerahnya masing-masing,” katanya.

Sandiaga berharap sosialisasi ini tidak hanya menjadi bukti konkret kehadiran pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun sosialisasi diharapkan menjadi momentum pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya dan membangkitkan kesadaran masyarakat akan potensi wisata yang ada di daerahnya.Terlebih, ada sejumlah event besar yang dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat seperti MotoGP Mandalika, Pesona Senggigi, dan MXGP Samota, Sumbawa.”Warga di sini harus betul-betul sadar wisata. Harus betul-betul menjadi bagian dari kekuatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif dan nantinya investor akan datang sendirinya membangun homestay bersama warga, membangun produk-produk ekonomi kreatif dan dengan sendirinya kunjungan wisatawan akan meningkat,” ungkap Sandiaga.

Senada dengan pernyataan Menparekraf, dalam pembukaan Sosialisasi Sadar Wisata di 5 Desa Wisata di Nusa Tenggara Barat pada kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Bapekraf, Adella Raung menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) merupakan fokus dari program Kampanye Sadar Wisata, dengan kegiatan sosialisasi sebagai salah satu tahapannya.“Untuk menjawab tantangan yang peluang yang muncul, Kemenparekraf mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata yang difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM yang dilaksanakan melalui program Kampanye Sadar Wisata,” papar Adella.

Kampanye Sadar Wisata dimaksud, berlangsung pada 2022-2023, ditujukan bagi para pelaku pariwisata dan warga di 65 desa wisata di tahun 2022 dan 90 desa wisata pada tahun 2023 di 4 wilayah Destinasi Super Prioritas, meliputi Danau Toba, Borobudur-Yogya-Prambanan, Mandalika, dan Labuan Bajo, serta 2 Destinasi Pariwisata Prioritas Bromo-Tengger-Semeru dan Wakatobi.Terkait desa wisata, Adella menjelaskan bahwa desa wisata mempunyai peran penting dalam membangun Indonesia. “Desa wisata memiliki potensi besar untuk membangkitkan kembali pariwisata di Indonesia. Kami melihat potensi lapangan pekerjaan yang begitu besar dan peluang usaha yang baik bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Menparekraf Bidang Akuntabilitas, Pengawasan, Reformasi, dan Birokrasi, Irjen Pol Krisnandi; Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; Dirut Poltekpar Lombok, Herry Rachmat Widjaja; Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Adella Raung; Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani; serta Kepala Dinas Pariwisata Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi.(her)