Tersangka Labuhan Haji Masih Buron

0
Lalu Mohammad Rasyidi (SuaraNTB/dok)
ads top adsamman

Selong (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri Lombok Timur masih memburu satu tersangka dugaan korupsi pelabuhan Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur. Tersangka berisinial TR, oknum komisaris pada rekanan sampai sekarang masih status buron.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lotim, Lalu Mohammad Rasyidi saat dikonfirmasi Suara NTB mengatakan pihaknya masih melakukan pencarian dengan berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB di Mataram dan Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta. Koordinasi pencarian terhadap tersangka TR juga dilakukan dengan pihak-pihak lainnya guna mendapatkan keberadaan tersangka.

Proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi pengerukan kolam labuh Labuhan Haji ini saat ini katanya sudah sampai tahap persidangan. Tahapan sidang pada pemeriksaan saksi-saksi. “Sidang pemeriksaan saksi saksi minggu depan ditunda, ” jelasnya.

Diketahui, dalam kasus ini Kejari Lotim menetapkan dua tersangka. Tersangka pertama merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial N. Sedangkan TR merupakan komisaris PT Guna Karya Nusantara sebagai pihak ketiga pelaksana proyek pengerukan.

Pengerukan kolam labuh Dermaga Labuhan Haji, Lombok Timur ini ditender pada tahun 2016 dengan pagu anggaran Rp39,63 miliar. Dinas Pekerjaan Umum Lombok Timur menghitung harga perkiraan sendiri sebesar Rp39,59 miliar. Lelang proyek yang diikuti 35 peserta dimenangi PT Guna Karya Nusantara. Kontraktor asal Bandung, Jawa Barat ini mengajukan harga penawaran Rp38,1 miliar.

Tingkat kerugian negara pada kasus dugaan korupsi proyek Pengerukan Labuhan Haji senilai 20 persen dari total nilai kontrak Rp38 miliar. Nilai kerugian tersebut  setara dengan muka Rp 7 miliar. Hitungannya, setelah dipotong pajak dan lainnya, sehingga hasil audit khusus Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebut besatan kerugian Rp 6,3 miliar.

PPK bersama dengan Komisaris melawan hukum sehingga merugikan negara. Ada tindak pidana korupsi akibat perbuatan keduanya. Proyek pengerukan diketahui batal dilaksanakan. Karena bentuknya uang muka, seharusnya dikembalikan ke kas negara. Sementara sampai sekarang uang muka tidak kunjung dikembalikan.(rus)