Mutasi Pejabat Tunggu Rekomendasi KASN

0
H. Mohan Roliskana. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Mutasi pejabat yang telah dijadwalkan pekan ini tertunda. Pemkot Mataram masih menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Penempatan pejabat dipastikan sesuai kompetensi.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana membenarkan, mutasi kali ini tertunda, karena masih harus mengurus rekomendasi dari KASN. Badan Pertimbangan  Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Mataram akan bersurat ke Jakarta pada Senin, 27 Juni 2022 pekan depan. “Insya Allah, hari Senin dikirim suratnya ke KASN,” kata Walikota dikonfirmasi pada Jumat, 24 Juni 2022.

Mohan menambahkan, pihaknya selalu taat terhadap aturan dalam proses penempatan pejabat dan tidak ingin memunculkan polemik atau permasalahan lainnya. “Kalau kami dari dulu selalu taat aturan. Mungkin kalau daerah lain cukup selesai di atas meja. Di sini kami tidak menginginkan hal itu,” ujarnya.

Setelah rekomendasi diterima, ia memastikan akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan pengisian jabatan. Pasalnya, dua jabatan kosong yakni Kepala Dinas Pertanian dan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram. Dua jabatan ini dinilai sangat penting untuk segera diisi, supaya tidak mengganggu ritme program di organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. “Kalau sudah ada rekomendasi, langsung saya isi,” ujarnya.

Selama proses berjalan Walikota menutup pintu bagi pejabat. Artinya, tidak boleh ada pejabat yang kerasak-kerusuk ataupun main lobi. Penilaian yang diterima menjadi hak prerogatif badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan dan penentuan siapa yang ditempatkan pada posisi tertentu menjadi haknya sebagai kepala daerah. Penempatannya pun berdasarkan hasil uji kompetensi. “Saya tutup pintu kalau masalah itu. Pokoknya tidak boleh ada pejabat yang kerasak-kerusuk,” katanya mengingatkan.

Menurutnya, seluruh jabatan penting untuk dilakukan perombakan. Akan tetapi, ada posisi yang sifatnya mendesak untuk diisi, karena adanya kekosongan. Seperti, jabatan Kepala Dinas Pertanian dan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Dua posisi ini sangat strategis seperti di Dinas Pertanian dengan banyaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK). Sementara posisi lainnya, sifatnya pergeseran saja.

Adapun pejabat yang bekerja di balik meja atau secara teoritis saja. Walikota mengatakan, hasil uji kompetensi ini semuanya baik dan rata -rata memenuhi sesuai dengan jabatan yang diduduki. “Tetapi ada kebutuhan lain yang kita butuhkan supaya bekerja cepat,” ujarnya. (cem)