Lapak di Mataram Ditertibkan

0
Anggota Satpol PP Kota Mataram menertibkan lapak pedagang di jalan lingkar selatan Kota Mataram, Jumat (24/6). Penertiban akan rutin digelar terhadap pedagang yang melanggar aturan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Tim keamanan dan ketertiban keselamatan dan kelancaran lalu lintas menertibkan lapak pedagang yang berdiri di atas trotoar. Pemerintah tidak melarang masyarakat dipersilakan menjalankan aktivitas usaha asal jangan melanggar aturan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Irwan Rahadi menjelaskan, penertiban lapak pedagang di sepanjang Jalan Majapahit dan Jalan Airlangga merupakan program dari tim keamanan dan ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang dikomandoi Dinas Perhubungan Kota Mataram. Sasaran penertiban terutama pelaku usaha yang melakukan aktivitas dititik tertentu khususnya area publik. Seperti penggunaan sempadan jalan dan trotar, sehingga mengganggu akses pejalan kaki. “Penentuan titik penertiban pun oleh tim. Kita fokus di sepanjang jalan utama terutama di Jalan Majapahit, Airlangga, dan kawasan pasar,” jelas Irwan dikonfirmasi, Jumat, 24 Juni 2022.

Upaya penertiban mengedepankan standar operasional prosedur (SOP). Artinya, petugas tidak langsung menindak, tetapi terlebih dahulu mensosialisasikan ke pedagang dan pelaku usaha agar aktivitas usaha mereka tidak melanggar peraturan daerah. Faktanya, pedagang tetap ngeyel sehingga diambil tindakan tegas. “Jadi tidak ucuk-ucuk langsung ditertibkan. Semua tahapan dan SOP yang kita jalankan dulu sebelum barang-barang milik pedagang kita angkut,” ujarnya.

Protes pedagang sebenarnya lebih menanyakan keberlanjutan usaha mereka. Misalnya, bertahun-tahun menempati satu titik. Setelah ditertibkan tidak memiliki tempat lain untuk berjualan. Irwan menegaskan, pemerintah tidak pernah melarang masyarakat menjalankan aktivitas usaha. Asalkan tidak melanggar ketentuan atau Perda Nomor 11 Tahun 2015 tentang ketertiban umum. “Silakan berjualan tetapi jangan langgar aturan,” katanya mengingatkan.

Khusus pedagang yang berjualan pada malam hari dan memanfaatkan trotoar memiliki kebijakan berbeda. Mereka berjualan insidentil dan bangunnya tidak permanen. Menurutnya, langkah tegas pemerintah diklaim 90 persen mendapat dukungan dari masyarakat. Irwan menambahkan, penertiban lapak pedagang akan secara bertahap digelar, sehingga tidak ada aktivitas usaha yang melanggar aturan. (cem)