Kementan Beri 4.000 Dosis Vaksin untuk Penanganan PMK di NTB

0
Sapi milik peternak di Desa Taman Ayu Lombok Barat, saat ini kondisinya sudah sehat setelah ditangani intensif (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian Melalui Dirjen Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) mengalokasikan 4.000 dosis vaksin untuk penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi NTB. Vaksin PMK ini juga telah tiba.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Ahmad Nur Aulia, menjelaskan vaksin PMK datang dalam dua tahap, yakni tahap pertama 2.400 dosis dan tahap kedua akan datang 1.600 dosis. Setelah vaksin tiba, Pemprov NTB akan melakukan langkah cepat untuk memvaksin sapi yang ada di Lombok.

“Kami akan segera melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk merealisasikan vaksin PMK yang sudah datang. Kami targetkan hari Sabtu yang akan datang vaksin sudah dimulai dan 29 Juni 2022 vaksin dosis pertama ini sudah habis. Kami akan tentukan daerah mana yang prioritas di Pulau Lombok. Kemudian dalam waktu dekat vaksin tahap dua yang 1.600 dosis akan datang,” kata Aulia di Mataram, Juma, 24 Juni 2022 kemarin.

Berdasarkan hasil report Dinas Nakeswan Provinsi NTB, Tingkat kesembuhan sapi yang terjangkit PMK hingga 22 Juni mencapai 22.039 ekor dari 41.884 ekor sapi yang terjangkit PMK. Sementara itu jumlah sapi yang masih sakit 19.630 ekor, sapi yang sudah mulai makan 50 ekor, dan sapi yang disembelih dengan syarat 165 ekor.

Kasus PMK paling besar terjadi di Kabupaten Lombok Timur dengan jumlah kasus 12.379 ekor, yang sakit 4.607 ekor, sembuh 7.680 ekor, potong bersyarat 75 ekor dan mati 17 ekor. Kemudian di Lombok Tengah dengan 13.979 kasus, yang sakit 6.054 ekor, sembuh 7.913 ekor, potong bersyarat 17 ekor. Kabupaten Lombok Barat 9.216 kasus, masih sakit 4.027 ekor, sembuh 5.179 ekor, potong bersyarat 2 ekor. Kabupaten Lombok Utara 5.856 kasus, yang sakit 4.849 ekor, sembuh 959 ekor, potong bersyarat 23 ekor dan mati 25 ekor.

Sedangkan Kota Mataram terdapat 454 kasus, yang masih sakit 93 ekor, sembuh 308 ekor dan potong bersyarat 53 ekor. Pada bagian lain, di tengah serangan PMK ini, untuk mengantisipasi kebutuhan sapi jelang Idul Adha, Aulia juga menjelaskan Lombok masih memiliki ketersediaan sapi dan kambing yang sehat.

“Untuk Idul Adha kami siap, karena sapi yang sehat masih ada, kemudian yang sembuh semakin banyak, tingkat kesembuhan juga tinggi daripada tingkat kematian, tinggal bagaimana mengedukasi masyarakat tentang tata cara pemotongan yang sehat,” demikian Aulia. (bul)