Dishub Kaji Regulasi Penarikan Retribusi Rute Senggigi-Padangbai

0
Kapal cepat yang melayani penyeberangan rute Senggigi – Padangbai. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Rute baru penyeberangan kapal cepat dari Senggigi-Padangbai resmi dibuka. Kini sudah ada penyeberangan yang melayani rute tersebut setiap hari. Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) pun akan mengkaji regulasi untuk penarikan retribusi dari pelayanan penyeberangan kapal cepat tersebut.

Kepala Dishub Lobar H. M. Najib mengatakan, selain akan menyiapkan dermaga, pihaknya juga mulai memikirkan bagaimana regulasi terkait tarif penyeberangan rute baru tersebut. Pihaknya akan menyiapkan regulasi, seperti apa retribusi. “Itu juga kami pikirkan soal regulasi tarif penyeberangan, itu perlu harus kita siapkan regulasinya,” ujarnya.

Lebih-lebih sudah ada kapal yang masuk untuk pelayanan rute ini. Ada tiga kapal, kata dia, yang sudah masuk untuk melayani penyeberangan dari rute tersebut.  Saat ini, jelas dia, Kapal Eka Jaya yang digunakan melayani penyeberangan mulai pemberangkatan dari Pelabuhan Senggigi pukul 10.30.  “Kapal langsung ke Padangbai,” terangnya.

Dia mengaku, saat ini kapal tidak transit ke Gili Gede atau Nusa Penida seperti pada uji coba pertama beberapa waktu lalu. Jarak tempuh dari Padangbai sekitar 1 jam 15 menit.”Nanti akan dioperasikan tiga kapal secara bergiliran. Kapasitasnya  cukup besar, bisa menampung sampai 200 penumpang,” jelas Najib kembali.

Najib berharap, ada kapal lain yang juga tertarik melayani penyeberangan dari Senggigi, sehingga ada banyak pilihan rute. Termasuk sesuai rencana awal, yaitu Senggigi-Gili Gede, dan langsung ke Nusa Penida. “Semoga ada kapal lain,” ujarnya.

Untuk mewujudkan itu, tentu akan ada koordinasi pemerintah daerah dengan pihak-pihak terkait, seperti kerjasama dengan Pemkab Klungkung, Bali. “Ke depan, kita juga koordinasi dengan beberapa agen travel di Bali agar mengarahkan tamu masuk ke wilayah Lombok Barat,” imbuhnya.

Untuk pemenuhan fasilitas infrastruktur, pemerintah daerah akan memprioritaskan renovasi dermaga pelabuhan. Najib mengaku, sudah dianggarkan di APBD Perubahan. “Pengerjaannya kita tunggu APBD Perubahan selesai,” tambahnya.

Membutuhkan sarana prasarana. Di anggaran perubahan akan kita rehab, agak nyaman sandar. Perbaikan dermaga, kita upayakan anggaran perubahan, beberapa dermaga di Gili Gede.

Dari sisi kunjungan wisatawan, Najib optimistis, pembukaan rute baru dari Senggigi akan memberikan dampak besar. Terlebih, Senggigi merupakan destinasi kelas dunia yang sudah dikenal luas. “Harapannya, tidak hanya wisatawan domestik, tapi juga ada wisatawan asing yang datang,” pungkasnya. (her)