BTPN Syariah Kucurkan Rp311 Miliar Kredit untuk Pemberdayaan Perempuan di NTB

0
ads top adsamman

Mataram (Suara NTB) – Sebagai salah satu Bank Umum Syariah (BUS) pemberdaya, BTPN Syariah telah mengucurkan kredit (pembiayaan) sebesar Rp311 miliar untuk memberdayakan perempuan rumah tangga di NTB menjadi perempuan produktif. Sejak tahun 2014 lalu, hingga saat ini, ratusan miliar kredit dari BTPN Syariah ini diberikan kepada perempuan ibu rumah tangga yang memiliki semangat untuk tumbuh dan berkembang.

Corporate and Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin bersama Business Coach BTPN Syariah area NTB, Nurhaidah (Doang) menyebut, sudah ada 230 ribuan nasabah perempuan di NTB yang telah difasilitasi pembiayaan produktif. Ainul Yaqin menjelaskan, BTPN Syariah adalah satu-satunya bank di Indonesia yang memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif yang memiliki potensi target market lebih dari 40 juta jiwa, yang biasa disebut ‘unbankable‘, karena tidak memilki catatan keuangan dan dokumentasi legal.

“Minjam di BPTN Syariah itu tanpa agunan. Asal ada keinginan nasabah untuk tumbuh dan berkembang,” imbuhnya. NTB adalah salah satu daerah yang pertumbuhan bisnis BTPN Syariah sangat positif. Artinya program pembiayaan dan pendampingan yang dilakukan oleh BTPN Syariah juga berjalan efektif. “NPF (non performing financing/kredit macet) di NTB juga sangat kecil. Hanya 1 persenan. Makanya NTB ini termasuk daerah yang rising star (bintang yang bersinar),” katanya.

NTB memiliki peluang berkembang cukup potensial. Didukung banyaknya eventevent internasional yang diselenggarakan. Diantaranya, MotoGP Mandalika, juga MXGP Samota. Event-event ini menurut Ainul Yaqin, adalah peluang bagi nasabah BTPN Syariah  untuk ikut tumbuh dan berkembang. “Dengan penyaluran kredit, kemudian pendampingan, nasabah BTPN Syariah juga kita dorong memanfaatkan peluang yang ada. Misalnya mengembangan usaha-usaha yang beririsan dengan event-event internasional yang ada di NTB. kuliner, kriya,” imbuhnya.

Sementara Doang menambahkan, Pembiayaan prasejahtera produktif yang diberikan BTPN Syariah diberikan berkelompok yang disebut Tepat Pembiayaan Syariah. Yaitu pembiayaan tanpa jaminan yang diberikan untuk modal usaha bagi masyarakat prasejatera produktif khususnya perempuan.

Pembiayaan berkelompok ini memiliki tujuan untuk membangun 4 karakter pada diri nasabah, yaitu Berani berusaha, Disiplin, Kerjasama dan Saling Bantu yang diharapkan perilaku tersebut dapat menyebar sehingga tercapai tatanan masyarakat yang memiliki kekuatan secara ekonomi di suatu daerah.

Pembiayaan ini diberikan sebagai modal usaha khusus kepada ibu-ibu prasejahtera yang  ada di pedesaan atau pinggiran kota di berbagai daerah di Indonesia untuk memulai usaha atau meningkatkan usaha mikronya. Tidak hanya memberikan akses keuangan dan modal usaha, BTPN Syariah juga mengupayakan pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan yang berkala di bidang pengetahuan keuangan, kewirausahaan dan kesehatan.

Setiap sentra nasabah akan didampingi oleh petugas lapangan terlatih yang biasa disebut Community Officer. Secara rutin Community Officer melayani dan memberikan pendampingan kepada nasabah dengan cara bertemu di tempat-tempat nasabah. “Tidak sampai disitu, selain pendampingan, kami juga membuka akses pasar dengan mendampingi nasabah untuk menghasilkan produk-produk yang menjadi kebutuhan pasar saat ini,” katanya.

Misalnya, nasabah yang bergerak di bidang industri tenun rumahan. Kalau selama para penenun, kata Doang, menghasilkan kain dengan warna dan motif yang monoton, dalam pendampingannya nasabah akan dilatih mengembangkan motif, serta pewarnaan yang digemari pasar saat ini. “Karena itulah, saat pandemi, nasabah BTPN Syariah masih tetap survive,” demikian Doang. (bul)