Ratusan Anggota Tim Satgas Zero Waste Mulai Berjibaku Jaga Kebersihan Samota

0
Tim Satgas Zero Waste mulai bergerak membersihkan kawasan Samota dari timbunan sampah, sehingga tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Event Motocross Grand Prix (MXGP) Samota akan dihadiri oleh puluhan pembalap dunia dan disiarkan secara langsung oleh stasiun TV asing. Karena itulah, Samota menjadi etalase NTB dan Indonesia selama pelaksanaan event tersebut tanggal 24 – 26 Juni besok. Aspek kebersihan dan pengelolaan sampah menjadi salah satu poin penting untuk diatensi oleh penyelenggara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB Julmansyah  S.Hut., M.AP., mengatakan, tim Satgas Zero Waste sudah mulai bekerja untuk menjaga kebersihan kawasan Samota dan mengelola sampah yang ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat.

“Tim pengelolaan sampah MXGP juga melibatkan DLH Kabupaten Sumbawa, KPH se Kabupaten Sumbawa, pramuka dan We Save NTB sehingga total keseluruhan tim sebanyak 168 orang,” kata Julmansyah kepada Suara NTB, Kamis, 23 Juni 2022.

Ia mengatakan, pada tanggal 22 Juni kemarin, Tim Satgas Zero Waste mulai bergerak melakukan persiapan MXGP. Persiapan itu dilakukan dengan melaksanakan clean up di luar kawasan sirkuit. ” Tim selanjutnya melakukan orientasi terhadap kesiapan Bank Sampah Lape untuk menerima dan mengolah sampah dari area MXGP,” ujarnya.

Pada saat berlangsungnya event tanggal 24 – 26 Juni besok, tim pengelolaan sampah akan disebar pada 2 TPS yang berbeda yang letaknya berada di dekat pintu satu dan pintu tiga. Adapun persiapan sarpras di antaranya 200 unit bak sampah, 1.000 buah karung,  enam unit kendaraan truk, satu kendaraan pick up, dan tiga unit kendaraan roda tiga.

Pihaknya memproyeksikan timbulan sampah dari event MXGP ini sebanyak 35 ton/hari. Dengan demikian sistem pengelolaan sampah harus dilakukan dengan baik. Pada aspek pemilahan selama event berlangsung, sejak dari sumber sampah yaitu di pada tiap-tiap tempat sampah yang telah terpilah terbagi menjadi dua yaitu organik dan dan anorganik.

Selanjutnya sampah dipilah menjadi tiga yaitu anorganik ekonomis yang meliputi sampah botol, gelas plastik, kardus dan material yang bisa dijual, anorganik non ekonomis seperti bungkus nasi, sachet, plastik kemasan dan lainnya serta dan sampah organik.

“Selanjutnya yaitu penanganan. Penanganan dilakukan terhadap bak sampah terpilah di 100 titik yang telah tersedia dan di titik-titik timbulan sampah dalam area tersebut,” ujarnya.

Tahapan proses yang tak kalah penting yaitu edukasi. Di mana proses edukasi dilakukan oleh Tim Zero Waste dan para relawan terhadap para pengunjung atau penonton, yang dilakukan melalui pemasangan beberapa spanduk edukasi yang dipasang di lokasi strategis sekitar sirkuit.

“Pengelolaan sampah akan terus dilakukan hingga H +2 pasca event MXGP. Kami harapkan ada dua aspek yang dapat terlaksana yait sukses pada penyelenggarannya dan sukses pengelolaan sampahnya,” ujar Julmansyah.

Menurutnya, semua tahapan penerapan tata kelola persamapahan di event ini kedepan akan menjadi SOP event di NTB. Dalam hal ini, DLHK NTB mulai belajar bagaimana menyusun SOP tata kelola sampah berbasis pada pengalaman sambil terus dilakukan evaluasi. (ris)

Tiitle Ads