Pasar Rembiga akan Diubah Jadi Pasar Kuliner

0
Rino Rinaldi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kondisi Pasar Rembiga, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang yang seolah mati segan hidup tak mau, membuat Dinas Perdagangan Kota Mataram menyusun rencana untuk mengubah pasar tersebut menjadi pasar kuliner. Rencana ini diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Mataram, Syamsul Irawan saat rapat kerja dengan Komisi II DPRD Kota Mataram baru baru ini.

Menurut dia, Pasar Rembiga sepi pembeli, kemungkinan karena posisi pasar yang terkesan tersembunyi. “Jadi Pasar Rembiga itu ketutupan ruko ruko yang ada di depannya. Jadi tidak banyak yang tahu kalau di belakang itu ada pasar,” ungkapnya. Oleh karena itu, lanjutnya, untuk menghidupkan kembali Pasar Rembiga, Dinas Perdagangan berencana mengubah pasar itu menjadi pasar kuliner.

Beberapa masyarakat Rembiga yang dimintai tanggapan soal rencana menjadikan Pasar Rembiga menjadi pasar kuliner, menyambut baik rencana tersebut. Dengan catatan, konten pasar umum tidak dihilangkan dari pasar Rembiga. “Jangan sampai, itu jadi pasar kuliner, kita ndak ada tempat belanja sayur dan lauk mentah seperti biasa,” kata Yuni, salah seorang warga Rembiga yang ditemui saat belanja di Pasar Rembiga.

Rencana ini mendapat dukungan dari anggota Komisi II, Rino Rinaldi, SH. Senada dengan Sekretaris Dinas Perdagangan, alasan pihaknya mendukung Pasar Rembiga menjadi pasar kuliner lantaran pasar itu kosong. ‘’Jadi Pasar Rembiga itu sudah tidak berfungsi, kosong di dalam,’’ sebutnya. Dengan menjadi pasar kuliner, anggota dewan dari daerah pemilihan Selaparang ini yakin kalau Pasar Rembiga akan menjadi ramai kembali.

Terkait keinginan masyarakat agar sisi pasar umum, tempat berbelanja sayur mayor harus tetap dipertahankan, menurut Rino kemungkinan akan ada ruang untuk itu. Meskipun, sambung politisi Partai Golkar ini, ketergantungan masyarakat terhadap keberadaan pasar sudah semakin berkurang. ‘’Kan ada Pasar Kebon Roek, ada Pasar Cemara,’’ sebutnya.

Rino mengatakan, Pasar Rembiga sangat pas jika dijadikan pasar kuliner. ‘’Kita berkaca pada setiap bulan ramadhan, di Rembiga itu menjadi salah satu pusat kuliner. Kita ingin itu tetap berlanjut dengan hadirnya pasar kuliner nantinya,’’ demikian Rino. (fit)