Usulan PPPK Diminta Menyasar Guru PAUD

0
Wisuda di PAUD Kasih Bunda KLU. Para pendidik di PAUD/TK mesti diperhatikan pemerintah dan tidak hanya menyasar pada guru SD, SMP dan SMA. (Suara NTB/dok)

Tanjung (Suara NTB) – Keberpihakan pemerintah terhadap guru PAUD dinilai masih minim. Selain penghasilan yang masih rendah, status kepegawaian guru-guru PAUD juga masih sumir.

Pendiri PAUD Kasih Bunda, Tarpiin, Rabu, 22 Juni 2022 mengatakan, keberpihakan pemerintah kepada guru harus dikelola secara merata. Sejauh ini, perhatian terhadap guru masih dominan kepada guru SD dan SMP.

“Kita berharap, Pemda juga memprioritaskan guru PAUD dalam seleksi CPNS. Begitu juga PPPK,” kata Tarpiin.

Sepengetahuannya, berdasarkan kajian instansi teknis, pemerintah daerah punya kewenangan untuk mengusulkan kuota ASN atau PPPK setiap periode pengangkatan pegawai oleh pemerintah pusat. Untuk itu, ia berharap ke depannya Pemda tidak mengabaikan guru-guru PAUD.

Sebagaimana lembaga PAUD, merupakan lembaga pendidik yang turut membentuk karakter siswa sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Artinya, beban dan tanggung jawab peserta didik PAUD juga tidaklah mudah.

“Kalaupun Pemda diberi opsi untuk memilih kuota PPPK atau CPNS, maka saran kami, pilihlah PPPK, jangan CPNS,” pintanya.

Alasan tersebut kata dia, sejalan dengan kondisi lapangan. Di mana peserta CPNS bisa berasal dari seluruh Indonesia. Sedangkan peserta PPPK, memprioritaskan putra daerah. ” Kalau CPNS, peluang honorer untuk mendedikasikan diri bagi daerah lebih besar. Kalau CPNS, mereka harus bersaing dengan pelamar luar daerah,” katanya.

 “Kami juga meminta space PPPK untuk Guru PAUD diberi ruang yang cukup. Begitu juga dengan bantuan hibah, agar selektif. Silakan evaluasi, karena banyak tumbuh lembaga sekolah yang hanya berharap BOP,” pungkasnya. (ari)

Tiitle Ads