Pelaksanaan MXGP, Penerapan Prokes Diperketat, Penonton Harus Sudah Booster

0
 Hj. Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/ham)

Mataram (Suara NTB) – Tiga hari sebelum pelaksanaan Motocross Grand Prix (MXGP) di kawasan Samota Kabupaten Sumbawa, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 20 Tahun 2022. SE yang keluar Selasa, 21 Juni 2022 malam ini mengharuskan kegiatan berskala besar yang melibatkan banyak orang mesti menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Begitu juga dengan pelaksanaan MXGP di Samota tanggal 24 hingga 26 Juni 2022, penerapan prokes ketat mesti dilakukan. Termasuk penonton maupun panitia yang terlibat di dalamnya mesti sudah vaksinasi dosis ketiga (booster).

‘’Wasdal (pengawasan dan pengendalian) kan kita sudah punya pola yaitu persis seperti yang kita kerjakan di Mandalika. Cuma sekarang dengan ada ini ya kita tinggal menyampaikan saja ke Satgas Nasional, kalau wasdal yang akan kami kerjakan seperti ini,’’ ujar Asisten III Setda NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, SpA., di ruang kerjanya, Rabu, 22 Juni 2022.

Ditegaskannya, pihaknya sudah melakukan apa yang ada di SE Kepala Satgas tersebut, yakni pemasangan aplikasi PeduliLindungi sudah disiapkan sebelum SE keluar. Begitu juga, penonton MXGP harus booster, maka pihaknya sudah menyiapkan tim vaksinator yang siap melakukan vaksinasi booster di Sirkuit Samota. Hal ini, ujarnya, persis waktu pelaksanaan World Superbike (WSBK) tahun 2021 lalu.

”SE itu tadi malam keluar. Kebetulan untuk beberapa poin kita sudah siapkan, karena kita sudah punya pengalaman di MotoGP. Wasdal yang kita lakukan adalah apa yang kita laksanakan di MotoGP.  Dan kejadian ini persis waktu WSBK. WSBK situasi dosis dua waktu itu masih rendah, makanya kita siapkan vaksinator di sana,’’ terang mantan Kepala Dinas Kesehatan NTB ini.

Nantinya pihaknya sudah menyiapkan petugas khusus untuk pelaksanaan prokes. Termasuk tim vaksinator di setiap pintu masuk. Mereka akan didampingi petugas dari Polri, BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten, Dinas kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Sumbawa yang siap mensukseskan kebijakan pemerintah pusat ini.

Selain itu, sekarang ini dalam dua hari terakhir, pemerintah giat melakukan vaksinasi booster di Sumbawa. Hal ini untuk mengurangi beban petugas vaksinator di pintu masuk sirkuit saat pelaksanaan event MXGP berlangsung. Mengenai persentase booster di NTB diakuinya, sudah 28,8 persen dan dosis dua 89 persen, Sementara target nasional tahun ini boster adalah 70 persen.

Menurutnya kebijakan pemerintah yang mensyaratkan booster bagi penonton MXGP atau kegiatan berskala besar merupakan upaya pemerintah meningkatkan partisipasi masyarakat mengikuti booster. Seperti yang dilakukan sebagai syarat mudik pada bulan Ramadhan lalu yang menjadikan animo masyarakat cukup tinggi mengikuti booster.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dengan melandainya kasus Covid-19 di NTB. Apalagi sekarang ini NTB menjadi tujuan banyak orang, sehingga penerapan prokes mesti dilakukan. Di beberapa daerah, ujarnya, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, kasusnya cukup tinggi. Dari 100 kasus sehari menjadi 700 kasus menjadi pelajaran bagi daerah lain di Indonesia untuk tetap waspada menerapkan prokes dan melakukan vaksinasi.

‘’ NTB jangan lengah, karena NTB menerima kunjungan yang mesti diwaspadai. DIY tinggi, karena tingkat kunjungan wisatawan juga tinggi. Begitu juga Bali  adalah daerah tujuan wisata, munculnya kasus varian baru, karena ada wisatawan yang kena di Bali,’’ ujarnya mengingatkan. (ham)