Pantai SLL, Jadi Lokasi Baru Penyu untuk Bertelur

0
Penyu-penyu yang menetas di kawasan wisata Sunrise Land Lombok.  Upaya ini untuk melestarikan penyu dari kepunahan. (Suara NTB/ist)

Pantai Montong Meong Desa Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur (Lotim) belakangan diketahui menjadi tempat bertelur penyu. Sekitar lima ekor induk penyu selama beberapa pekan terakhir ini menyembunyikan telur-telurnya di pantai kawasan wisata yang kini dinamai Sunrise Land Lombok (SLL).

DIREKTUR Pengelola SLL, Qori’ Bayyinaturrosy menuturkan, terakhir penyu datang bertelur pada pukul 00.00 Rabu malam lalu. Kedatangan penyu tersebut diketahui oleh penjaga malam SLL. Telur-telur  ini pun ditanam di dalam pasir pantai.

Dua pekan sebelumnya sudah ada penyu lain yang datang. Juga dilakukan penguburan hingga kedalaman 50 cm. Penguburan telur penyu ini sampai ia menetas dan keluar dengan sendirinya. Hingga saat ini, sudah ada 4 lubang telur penyu yang tertanam di Pantai SLL Labuhan Haji ini. Lubang pertama sekitar 97 butir, lubang kedua 103 butir dan lubang ketiga 93 butir. Lubang ke empat tidak diketahui jumlahnya.

Rabu kemarin juga ditemukan sudah ada yang menetas dan coba ditaruh oleh pengelola SLL menggunakan bak seadanya. Sejak pertama kali menemukan adanya habitat Penyu di SLL, pihak pengelola bertekad untuk melakukan konservasi.

 “Sebetulnya sejak lama di kawasan Labuhan Haji merupakan lokasi penyu bertelur, bahkan tahun 90-an persis di dekat makam keramat ada kolam yang berisikan puluhan ekor penyu,” tutur Qori’.

Setelah lama tak ada perhatian, banyak telur penyu yang diduga diperjualbelikan oleh pihak-pihak yang menemukannya. Jika ada tempat konservasi yang bagus, maka akan menjadi sebuah daya tarik yang sangat menarik.

Khawatir penyu-penyu tersebut punah, untuk sementara dilakukan penangkaran seadanya meski minim pengalaman dan pengetahuan. Menurut Qori’, Keberadaan habitat penyu di SLL memiliki potensi yang sangat bagus sebagai salah satu daya tarik wisata. Pengelola wisata yang mulai beroperasi bulan Mei 2022 lalu ini berharap bisa dibantu berbagai pihak terkait untuk melestarikan habitat penyu.

Lulusan S2 jurusan Wisata pada Universitas Gadjah Mada (UGM) berkeyakinan, saat sudah dijadikan tempat penangkaran penyu, maka SLL bisa menjadi salah satu tempat wisata edukasi . Harapannya, melalui penyu ini dapat mengembalikan kejayaan wisata Labuhan Haji.

Untuk sementara, kata Direktur SLL ini dia ingin membuat kolam kecil-kecilan sebelum di lepas ke laut. Dituturkan, sudah banyak yang terpaksa dilepas ke alamnya karena takut mati. Setelah ditemukan, paling lama dibiarkan tiga hari baru dilepas. “Sampai saat ini sudah lebih 100 ekor kita lepas ke laut,” demikian ucapnya. (rus)

Tiitle Ads