MXGP Tidak Berdampak terhadap Perekonomian di Mataram

0
H. denny nizar cahyadi

Mataram (Suara NTB) – Balap motocross atau Motor Cross Grand Prix (MXGP) yang digelar pekan ini di Samota, Kabupaten Sumbawa, tidak memiliki dampak signifikan bagi perekonomian di Kota Mataram. Faktor jarak dan lokasi kegiatan menjadi faktor utama.

Pantauan Suara NTB, tak banyak umbul-umbul atau kemeriahan menyambut balap motocross kelas dunia di sepanjang jalan Kota Mataram. Demikian juga, kegiatan sebagai penyemarak agenda tersebut. Kondisi ini berbeda pada pagelaran World Superbike (WSBK) dan MotoGP yang digelar tahun lalu di Lombok Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengatakan, tidak melihat adanya peluang dampak ekonomi dari kegiatan MXGP di Samota, Kabupaten Sumbawa. Faktornya adalah, kegiatan atau pusat acaranya di seberang pulau dan jauh dari pusat ibukota Provinsi NTB. Kebanyakan tamu dari luar daerah maupun luar negeri menginap di sana. “Saya lihat belum ada pengaruh signifikan. Kalaupun ada, kemungkinan hanya sedikit,” kata Denny.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan peserta atau tamu domestik maupun mancanegara akan menginap di Mataram setelah pagelaran itu berakhir. Meskipun, jumlahnya tidak banyak dibandingkan MotoGP dan WSBK.

Dua ajang balap motor kelas dunia tersebut memberikan magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara, sehingga penginapan baik hotel bintang dan hotel melati, transportasi, dan kuliner diburu wisatawan. “Gaungnya saja beda,” ucapnya.

Meskipun pusat kegiatan di Sumbawa, tetapi okupansi hotel di Mataram relatif kembali normal. Sampai bulan Mei lalu, okupansi hotel mencapai 50,08 persen dan diproyeksi akan meningkat pada bulan Juni 60-70 persen.

Denny melihat, kebanyakan tamu yang menginap adalah wisatawan yang studi tour ke Lombok. “Sekarang banyak kita lihat bus yang mengangkut penumpang dari luar daerah untuk kepentingan studi tour,” pungkasnya.

Terkait kegiatan untuk memeriahkan MXGP,  Pemkot Mataram tidak menggelar agenda apapun. Namun, ia mengharapkan pada high season bulan Agustus tingkat kunjungan wisatawan bisa lebih meningkatkan dibandingkan tahun sebelumnya. (cem)