Jadi Hotel Terapung Selama MXGP, KRI Banjarmasin Sandar di Badas

0
KRI Banjarmasin-592 sandar di Pelabuhan Badas Kabupaten Sumbawa, Rabu, 22 Juni 2022. Selama event MXGP KRI Banjarmasin akan dijadikan sebagai hotel terapung bagi penonton. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – KRI Banjarmasin-592 akhirnya sandar di Pelabuhan Badas Kabupaten Sumbawa pada Rabu, 22 Juni 2022  pukul 08.00 Wita setelah bertolak dari Surabaya. Kapal perang ini menghabiskan waktu satu hari dan 9 jam perjalanan untuk bisa sampai di Pelabuhan Badas.

Komandan KRI Banjarmasin Letkol Laut (P) Bambang Purnomo mengatakan, kapal yang membawa 129 orang kru ini akan sandar di Pelabuhan Badas dari tanggal 22 – 27 Juni mendatang sesuai dengan perintah KSAL.

“Kita sandar baru tadi pagi (kemarin-red)  jam 08.00 Wita dari Surabaya. Perjalanan satu hari 9 jam,” Letkol (P) Bambang Purnomo, Rabu, 22 Juni 2022.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan kamar atau tempat menginap bagi para penonton MXGP Samota sesuai dengan perintah pimpinan.  “Fasilitas yang tersedia di kapal ini yaitu tempat akomodasi dengan jumlah 220 kamar, kamar mandi, fasilitas olahraga, ada hiburan band dan nonton film juga kita siapkan,” ujarnya.

Akomodasi di KRI ini sepenuhnya gratis atau tidak dikenakan biaya. Hal ini sesuai dengan permintaan Pemprov NTB kepada TNI AL untuk menfasilitasi kebutuhan akomodasi bagi para penonton MXGP.

“Kita hanya menyiapkan tempat tidur selama enam hari. Kita sifatnya hanya menerima saja. Adapun tamu yang datang itu pihak Pemda yang menentukan, dalam hal ini Dinas Perhubungan,” ujarnya.

KRI Banjarmasin – 592 ini sehari hari berfungsi untuk mengangkut personel dan material. Pasukan yang bisa dibawa oleh kapal ini sekitar 900 orang, 20 unit tank, lima unit pesawat heli dan lainnya.

Kapal jenis LPD buatan PT.PAL tahun 2009 ini terlihat sangat gagah saat sandar di Pelabuhan Badas dengan panorama alam yang memesona.

KRI Banjarmasin sejak mulai mengarungi laut tahun 2009 lalu sudah banyak difungsikan untuk kegiatan operasi menjaga kedaulatan NKRI dan operasi kemanusiaan. Bahkan KRI ini terlibat dalam pembebasan kapal KV. Sinar Kudus saat disandera oleh perompak Somalia tahun 2011. “Tahun 2018 pernah ke sini juga ke Badas. Jadi saat terjadi bencana alam itu kita angkut material seperti buldozer, crane dan lain-lainnya untuk penanggulangan bencana” ujarnya.(ris)

Tiitle Ads