Edukasi Penggunaan Kosmetik di NTB Dibantu Duta Kosmetik Aman

0
Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati sedang mengalungkan selendang ke Duta Kosmetik Aman. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram memberikan pelatihan untuk puluhan mahasiswa dan pelajar yang sudah ditetapkan menjadi Duta Kosmetik Aman di tingkat Provinsi NTB. Mereka menjalani pelatihan selama dua hari, dari tanggal 22 – 23 Juni agar tugasnya sebagai duta bisa memberikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait penggunaan kosmetik yang aman.

Kepala BBPOM di Mataram I Gusti Ayu Adhi Aryapatni dalam kesempatan tersebut mengatakan, puluhan mahasiswa dan pelajar yang ditetapkan menjadi Duta Kosmetik Aman ini merupakan perwakilan dari sejumlah sekolah dan kampus. Rata-rata mereka memiliki follower di medsos dengan jumlah yang cukup banyak, sehingga Duta Kosmetik Aman bisa memberi edukasi bagi masyarakat lainnya.

“BBPOM tidak bisa bekerja sendiri ya, pemberdayaan masyarakat kita sinergikan dengan organisasi, lintas sektor dan lainnya. Hari ini kami kerjasama dengan TP PKK, dengan universitas dalam pembentukan duta ini. Tentu pemberdayaan masyarakat akan lebih luas cakupannya, sehingga indeks kesadaran masyarakat NTB terhadap obat dan makanan yang aman itu juga akan meningkat,” terang  Gusti Ayu Adhi Aryapatni usai membuka kegiatan Pelatihan Duta Kosmetik Aman yang berlangsung di Mataram, Rabu, 22 Juni 2022.

Dari 32 Duta Kosmetik Aman ini, akan dipilih tiga terbaik untuk mewakili NTB di tingkat nasional. Mereka akan mendapatkan pelatihan lebih detail lagi terkait dengan pentingnya keamanan pangan dan kosmetik dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan, masyarakat perlu mencermati kosmetik yang mereka gunakan sehari-hari, terlebih di masa penjualan kosmetik secara online ini, masyarakat dituntut untuk berhati-hati dalam mengunakan produk. “Perlu kita beri pemahaman yang benar sehingga cermat memilih. Boleh membeli lewat online, namun harus cerdas memilih sebelum membeli. Iklan yang terkadang menyesatkan, itu yang perlu kita cegah dengan pemberdayaan kaum milenial ini,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, kegiatan ini bagian dari upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan kosmetik yang aman. Sebab saat ini, serbuan iklan kecantikan marak terlihat melalui hampir semua flat form digital.

“Kosmetik ini merupakan kebutuhan kita setiap hari. Kalau tidak kita pastikan itu aman, efeknya akan jangka panjang. Secara umum akan bisa menimbulkan penyakit-penyakit degeneratif yang nanti di usia tua tiba-tiba ada penyakit tertentu yang kita tidak tahu. Mungkin karena pola hidupnya yang kurang aman tadi. Itulah yang kita edukasi bersama,” ujarnya.(ris)

Tiitle Ads