Bangun Gedung Perpustakaan, Pusat Bantu Pemkot Rp11 Miliar

0
Pengendara melintas di depan lahan milik Pemkot Mataram di Jalan Gadjah Mada, Kelurahan Jempong Baru, Rabu, 22 Juni 2022. Lahan seluas 4 hektar ini menjadi lokasi alternatif pembangunan gedung kantor Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Mataram. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Rencana pembangunan gedung kearsipan dan perpustakaan daerah bakal terealisasi. Pemerintah pusat menyetujui dan memberikan bantuan Rp11 miliar untuk pembangunan tahun ini.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Mataram Dr. H. Effendi Eko Saswito dihadiri Kepala Badan Keuangan Daerah, H. M. Syakirin Hukmi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Miftahurrahman serta perwakilan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Mataram.

Sekda mengatakan, pemerintah pusat menyetujui rencana pembangunan gedung kantor Kearsipan dan Perpustakaan Daerah dari usulan Rp15 miliar, disetujui Rp11 miliar. Perencanaan sebelumnya, gedung kantor tersebut akan dibangun di kompleks Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan. Akan tetapi, tidak memungkinkan RTH dibangun gedung permanen, sehingga akan dialihkan. “Pemerintah pusat menyetujui Rp11 miliar dari usulan Rp15 miliar,” sebut Sekda dikonfirmasi usai rapat tertutup, Rabu, 22 Juni 2022.

Pihaknya menyiapkan dua alternatif lahan untuk pembangunan. Pertama, lahan kompleks perkantoran Walikota Mataram di Kelurahan Jempong Baru. Lahan dimiliki pemkot seluas 4 hektar. Kedua, lahan di kompleks perkantoran Jalan Dr. Soedjono. Lahan dibutuhkan untuk pembangunan gedung kantor sekitar 23 are. “Kemungkinan disamping kantor Dinas Pemadam itu. Lahannya cukup di sana,” ujarnya.

Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaram, sehingga lahan yang menjadi lokasi pembangunan harus clear and clean. Eko menyampaikan, Dinas PUPR dan perencana dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Mataram, langsung turun mengecek lahan tersebut. Jika telah ditentukan maka langsung disampaikan ke kementerian. “Hari ini, mereka langsung turun mengecek,” ujarnya.

Dari anggaran Rp11 miliar tidak hanya gedung perkantoran saja, melainkan fasilitas pendukung lainnya seperti meubel, buku, dan penunjang lainnya. Karena itu, diharapkan lahannya segera ditentukan dan langsung dieksekusi pembangunannya. (cem)