Pemkot Targetkan 40 Persen Pemilahan Sampah

0
Seorang petugas pengangkut sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram menaikkan sampah ke kendaraannya, Selasa, 21 Juni 2022. Mulai tanggal 1 Juli sampah yang terbuang ke TPA Regional Kebon Kongok sudah terpilah. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram menargetkan pemilahan sampah 40 persen tahun ini. Hal ini menindaklanjuti kesepakatan dengan Pemprov NTB bahwa pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok yang sudah terpilah. Rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, H. Kemal Islam menyampaikan, Pemkot Mataram dan Pemkab Lombok Barat telah memiliki kesepakatan dengan Pemprov NTB. Mulai tanggal 1 Juli sampah yang dibuang ke TPA Kebon Kongok sudah terpilah dari sampah plastik.

Pemilahan sampah ini sudah dimulai dari rumah tangga, meskipun tidak bisa dilakukan 100 persen. “Sehingga, perlu secara perlahan-lahan kita memulai,” kata Kemal.

Langkah dilakukan dalam pemilahan sampah yakni, salah satunya menghidupkan bank sampah untuk menampung hasil pemilahan sampah dari masyarakat. Saat ini, pihaknya baru bisa melakukan pemilahan sampah 20 persen. Dan, ditargetkan di 2022 bisa mencapai 40 persen.

Kemal mengatakan, selebihnya kebutuhan sampah paling banyak untuk budidaya maggot. “Kalau data yang saya kirim ke pemerintah pusat itu 20 persen sampah telah terpilah. Tapi kita targetkan 40 persen,” sebutnya.

Penanganan lainnya adalah pemusnahan menggunakan incenerator, sehingga Kota Mataram tidak perlu lagi membuang ke TPA Kebon Kongok.

Kemal mengakui, volume sampah mengalami kenaikan dari 230 ton per hari mencapai 263 ton per hari. Namun akan dilakukan penghitungan kembali produksi sampah dengan menghitung jumlah jiwa.¬† Dari produksi sampah tersebut, sekitar 10-15 sampah terolah di Kota Mataram. Sedangkan, sampah yang di saluran dan sungai akan ditangani¬† berkoordinasi dengan kepala lingkungan dan lurah. “Saya akan ketemu dengan semua kepala lingkungan untuk mensosialisasikan tidak boleh ada lagi yang membuang sampah ke saluran atau sungai,” imbuhnya.

Ia menyadari pemilahan sampah organik dan anorganik tidak mudah. Tantangan yang sering dihadapi tingkat kesadaran masyarakat, sehingga hal ini perlu ditumbuhkan untuk mendukung program zero waste yang digaungkan pemerintah pusat. (cem)

Tiitle Ads