Masih Ditemukan Kasus Gigitan Anjing di KSB

0
Hj. Erna Idawati. (Suara NTB/ist)
ads top adsamman

Taliwang (Suara NTB) – Kasus gigitan anjing diduga terpapar rabies di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih terus terjadi.

Data terbaru yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat hingga hari Minggu, 19 Juni 2022 total jumlah kasus gigitan salah satu hewan pembawa rabies (HPR) tercatat sebanyak 184 kasus.

Kepala Dinkes KSB, Hj. Erna Idawati mengatakan, dalam tiga hari terakhir telah dilaporkan penambahan 7 kasus gigitan. “Di kasus yang terbaru ini ada yang menarik. Sebab satu diantaranya adalah kasus gigitan kucing,” ungkapnya.

Kasus gigitan kucing itu sendiri dilaporkan terjadi di desa Kelanir, kecamatan Poto Tano. Kejadiannya kata Hj. Erna terjadi pada hari Minggu. Adapun korbannya¬† seorang warga berusia 46 tahun. “Korbannya perempuan bagian tubuhnya yang digigit adalah jari telunjuknya,” paparnya.

Korban pun langsung ditangani secara medis. Bersangkutan juga, kata Hj. Erna telah mendapatkan suntikan vaksin anti rabies (VAR) dosis pertama. “Kucing kan masuk kategori HPR. Makanya penanganannya sesuai SOP,” cetusnya.

Ia menuturkan, meski masih ditemukan kasus. Secara presentase jumlahnya sudah tidak semasif di awal. Namun demikian¬† Hj. Er sapaan akrabnya, menghimbau masayarakat untuk tetap waspada terhadap HPR. Dan apabila terjadi kasus gigitan anjing maupun kucing untuk segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. “Kepada seluruh Puskesmas saya terus tekankan agar sigap memberikan pelayanan terhadap warga yang menjadi korban gigitan HPR. Sebab itu salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk menutup rapat penyebaran virus rabies di daerah kita,” imbuhnya. (bug)